Harga Apartemen Tak Akan Terkoreksi Selama Transaksi Sewa Tinggi

Kompas.com - 08/04/2014, 11:40 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Mendominasinya investor dalam pembelian apartemen ketimbang pengguna akhir (end user), mencuatkan kekhawatiran pasar apartemen akan stagnan. Lebih buruk lagi, harga bakal tertekan dan mengalami koreksi.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, hingga kuartal I 2014, sebanyak 141.942 unit apartemen membanjiri pasar. Jumlah ini akan membengkak pada 2017 nanti yakni sekitar 190.000 unit apartemen. Meskipun tingkat serapan masih cukup tinggi, sebesar 94,3% untuk apartemen eksisting dan 70 persen untuk apartemen dalam tahap konstruksi, namun tidak seluruhnya dibeli oleh pengguna akhir (end user).

Associate Director Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, memastikan kemungkinan harga apartemen tertekan, bila kondisi pasar didominasi investor dan aktivitas pasar sewa (sekunder) stagnan.

"Sebaliknya, bila aktivitas pasar sewa masih tinggi seperti saat ini, harga tidak akan mengalami tekanan. Jadi, tergantung pula lokasi di mana apartemen tersebut berada. Bila berada di lokasi dengan transaksi sewa aktif seperti Selatan dan Pusat Jakarta, maka kecil kemungkinan harga mengalami tekanan," papar Ferry kepada Kompas.com, Senin (7/4/2014).

Saat ini, lanjutnya, pasar sewa di Selatan Jakarta, dan CBD Jakarta memperlihatkan tren progresif, dan akan terus berlangsung dalam tiga tahun ke depan. Transaksi juga sangat aktif dengan intensitas tinggi. Sepanjang 2011-2014, tingkat hunian apartemen yang disewakan sekitar 70 persen sampai 80 persen.

"Namun demikian, perubahan harga atau lebih jauh lagi tekanan harga hanya akan berpengaruh pada proyek-proyek baru. Bukan proyek-proyek eksisting. Jadi, pergerakan dan stagnasi harga tergantung kinerja pasar. Jika leasing market-nya tidak aktif maka pengembang tentu akan bepikir ulang untuk membangun apartemen baru," tandas Ferry.

Colliers International Indonesia mencatat, harga apartemen masih mengalami pergerakan positif. Secara triwulanan tumbuh 17% pada kuartal I 2014 ketimbang kuartal sebelumnya dengan posisi rerata Rp 38,282 juta per meter persegi untuk apartemen di kawasan CBD Jakarta. Sebesar 19% untuk apartemen di Selatan Jakarta, menjadi rerata Rp 26,687 juta per meter persegi. Terakhir,  Rp 18,819 juta per meter persegi atau tumbuh 15% untuk apartemen di luar area non primer.

Sedangkan secara tahunan, untuk ketiga sub pasar apartemen tersebut tumbuh sebesar 5,8%, 3,2%, dan 2,8%.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.