Ternyata, Serbuan China Lebih Cepat dari Perkiraan....

Kompas.com - 04/04/2014, 15:15 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Gelombang investasi China ke Indonesia ternyata lebih cepat dari perkiraan. Janji Duta Besar China untuk Indonesia, Liu Jianchao, di Jakarta, Selasa (14/8/2012) silam, mulai terbukti.

Saat itu, Jianchao mengatakan bahwa nilai investasi China memang tidak begitu besar. Namun, dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, jumlah investasi China ke Indonesia pasti meningkat.

Tak disangka, hanya berselang dua tahun, sepak terjang China lewat investasi asing langsung ke Indonesia malah mulai terasa, tak terkecuali di sektor properti. China kini menjadi investor asing langsung (foreign direct investment/FDI) ketiga terbesar dunia, persis mengekor di belakang Amerika Serikat dan Jepang. Salah satu negara yang menjadi tujuan investasi mereka adalah Indonesia.

Berdasarkan data yang rilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Januari 2014 lalu, jumlah investasi China ke Indonesia dari 2010 hingga kuartal keempat 2013 di Indonesia terus membengkak. Memang, dibandingkan dengan investor asing yang menanamkan modalnya paling besar di Indonesia pada akhir kuartal keempat 2013, investasi China masih relatif kecil. Jepang (4,7 miliar dollar AS) dan Singapura (4,7 miliar dollar AS) menempati peringkat pertama, dilanjutkan oleh AS (2,4 miliar dollar AS), dan Korea Selatan (2,2 miliar dollar AS). Jumlah FDI China ke Indonesia pada akhir kuartal keempat 2013 baru berjumlah 296,9 juta dollar AS.

Jumlah FDI China ke Indonesia tampaknya menarik. Pada 2010, berdasarkan data BKPM, China menginvestasikan 173,6 juta dollar AS, diikuti senilai 128,2 juta dollar AS pada tahun berikutnya, dan pada 2010 menjadi 141,0 dollar AS. Dengan kata lain, investasi FDI China mulai 2012 hingga 2013 meningkat 110,6 persen.

Proyek komersial

Data belum "berbicara". Namun, praktik di lapangan menunjukkan hal berbeda. Seperti dipaparkan Kompas.com, raksasa bisnis China, seperti Hongkong Land Holdings Limited dan China Sonangol Land sudah secara agresif menanamkan dananya di properti komersial berprofil tinggi, khususnya di distrik pusat bisnis Jakarta (Baca: Peran China Makin "Menggila" di Pasar Properti Indonesia).

Adapun China Sonangol Land diketahui mengakuisisi EX Plaza Indonesia, di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Perusahaan ini juga bermitra dengan Sampoerna Group membangun dua menara baru Sampoerna Strategic Square.

Seperti dikatakan Managing Director Corporate Strategy & Services Sinar Mas Land, Ishak Chandra, Hongkong Land Holdings Ltd akan mengembangkan proyek residensial di BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Perusahaan ini akan mengembangkan 68 hektar yang dibeli dari PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Memang, belum ada pernyataan resmi dan jelas, namun Ishak sempat menyatakan bahwa pengembangan tersebut akan menghasilkan hunian super mewah.

Menanggapi hal tersebut, pengamat properti dari Indonesia Properti Watch (IPW), Ali Tranghanda, mengatakan bahwa kencannya gelombang investasi China ke Indonesia merupakan fenomena menarik. Ia mengakui, jika benar demikian yang terjadi, bisa dipastikan bahwa sektor properti di China mulai jenuh.

"Mereka melihat celah baru, yaitu pasar Indonesia yang masih besar," kata Ali kepada Kompas.com, Jumat (4/4/2014) siang.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X