Kompas.com - 04/04/2014, 11:57 WIB
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - China semakin memperlihatkan keperkasaannya. Tak hanya sanggup menguasai dunia dengan kucuran dana puluhan triliun Rupiah di beberapa negara, melainkan juga mengangkat pasar domestik dengan proyek skala raksasa. Megaproyek ini termasuk apartemen, hotel, perkantoran, dan pusat belanja.

Bahkan, untuk jenis properti terakhir, tak ada yang mengalahkan Negeri Tirai Bambu ini. CBRE mencatat, jumlah pengembangan pusat belanja yang sedang dibangun tahun 2014 di China mencapai lebih dari 20 juta meter persegi! Ini artinya, lebih dari separuh total pusat belanja di 180 negara dunia seluas 39 juta meter persegi.

Direktur Peneliti Pusat Belanja CBRE Eropa dan Timur Tengah, Natasha Patel, berkomentar, kegiatan pembangunan pusat belanja global tahun ini akan sama dengan tahun lalu dalam hal lokasi. Konstruksi baru didominasi oleh Asia, dan China tampil sebagai pemimpinnya.

"Skala pembangunan baru di sana adalah karena tidak hanya didorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut, tetapi juga karena tuntutan peritel lintas batas. Mereka membutuhkan ruang yang sesuai dengan rencana ekspansinya," ujarnya. 
 
Menurut catatan CBRE, Shanghai berada di peringkat pertama dengan luas 3,3 juta meter persegi ruang ritel yang sedang dalam tahap konstruksi. Jumlah ini lebih luas ketimbang gabungan pusat belanja 86 kota di Eropa. Menyusul di tempat kedua adalah Chengdu dengan pusat belanja seluas 3,2 juta m2. Shenzhen dan Tianjin mengikuti dengan masing-masing 2,7 juta m2 dan 2,5 juta m2.

Berturut-turut dalam posisi sepuluh besar adalah Istanbul, Wuhan, Moskow, Beijing, Nanjing, dan Guangzhou.

Sementara di Asia Tenggara, 40 persen dari 3,3 juta m2 yang sedang dibangun terletak di Kuala Lumpur, Malaysia, menjadikannya sebagai pasar ke-12 paling aktif secara global. Demikian halnya dengan Ho Chi Minh dan Hanoi, di Vietnam, yang memperlihatkan kemajuan besar.

Meningkatnya kebutuhan pusat belanja yang dipicu ekspansi para peritel juga terjadi di New Delhi, India. Di kota ini sedang dikembangkan ruang ritel baru seluas setengah juta meter persegi.

Sedangkan Abu Dhabi muncul sebagai penggawa di kawasan Timur Tengah. Kota terbesar kedua di Uni Emirat Arab ini terus memperkuat posisinya sebagai tujuan belanja terkemuka dengan tiga pusat belanja yang baru kelar konstruksinya seluas 168.000 m2 dan delapan pusat belanja seluas 778.000 m2 saat ini sedang dibangun.
 
Rusia dan Turki mendominasi pipa pembangunan di Eropa. Istanbul tercatat merupakan pasar paling aktif di Eropa dengan 27 pusat (1,9 juta m2). Moskow merajai Rusia dengan 1,5 juta m2, bakal dibuka dalam tiga tahun ke depan.

Meski Moskow paling aktif di Rusia, namun kegiatan pembangunan juga terjadi di kota lainnya yakni St Petersburg, Yekaterinburg, Samara, dan Novosibirsk seluas 2,6 juta m2 yang dijadwalkan selesai pada tahun 2014.
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.