Persaingan Superblok di Mega Kuningan Makin Sengit

Kompas.com - 03/04/2014, 18:30 WIB
Gedung perkantoran di kawasan Mega Kuningan, Jakarta.  KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI Gedung perkantoran di kawasan Mega Kuningan, Jakarta.
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan internasional, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, betul-betul menjadi incaran para investor dan pengembang properti. Ketersediaan infrastruktur dan utilitas kelas dunia menjadi daya tarik khusus yang memicu investor dan pengembang tersebut menggelontorkan dana triliunan rupiah. 

Para pengembang susul-menyusul merambah kawasan tersebut. Setelah Dua Mutiara Group mendirikan kompleks properti multifungsi hotel dan apartemen The Ritz Carlton, Gapura Prima Group dengan Bellezza Mansion, Megapolitan Development Group dengan The Bellezza Mansion, dan sejumlah nama lainnya, kini PT Megakuningan International Property menggarap kawasan itu.

Konsorsium terdiri dari Farpoint, PT Asia Paramita Indah, dan PT Sukses Bina Mandiri tersebut berencana membangun The Hundred di atas area seluas 1,1 hektar. Megaproyek ini mencakup gedung perkantoran 24 lantai, serta gedung apartemen dan hotel yang menjulang 50 lantai.

Guna merealisasikan proyek tersebut, PT Megakuningan International Property mengalokasikan dana sekitar Rp 1 triliun. Dana konstruksi ini di luar lahan yang sudah mereka miliki sejak dulu.

Menurut Presiden Direktur PT Megakuningan International Property, Harjono Lee, dipilihnya kawasan Mega Kuningan sebagai wilayah garapan, karena cocok dengan kelas proyeknya yakni menyasar segmen pasar atas.

"Segmen pasar kelas atas di Indonesia ternyata ada dan terus meningkat. Dalam beberapa tahun terakhir kebutuhan apartemen dan perkantoran premium juga tumbuh pesat. Di sisi lain pasokan tidak banyak, hanya beberapa. Karena itulah kami masuk ke segmen ini dan Mega Kuningan sesuai dengan kriteria yang kami tetapkan, yakni tempat berkumpulnya kalangan atas Indonesia dan ekspatriat," papar Harjono kepada Kompas.com, Kamis (3/4/2014).

Perkantoran dan superblok

Kehadiran The Hundred yang menggandeng rantai hotel international Sofitel So milik Accor Group makin mengetatkan persaingan pengembangan properti multifungsi di Mega Kuningan. Betapa tidak, di kawasan ini telah hadir brand hotel mewah internasional yakni The Ritz Carlton, dan JW Marriott. Sementara itu, untuk apartemen servisnya terdapat Oakwood Residence, dan The Ritz Carlton Residence.

Adapun harga sewa apartemen servis di sekitar kawasan ini mencapai angka 4.000 dollar AS (Rp 42 juta) hingga 7.000 dollar AS (Rp 72 juta) per bulan. Sementara itu, apartemen strata sudah menyentuh level Rp 45 juta per meter persegi.

Gedung perkantoran di kawasan ini juga jauh lebih banyak. Di sini terdapat perkantoran grade A, misalnya Wisma Danamon, The East, Menara Prima 1 dan kelak Prima 2, Menara DEA, serta Taman Perkantoran Mega Kuningan yang seluruhnya mematok angka sewa rerata Rp 300.000 dan Rp 400.000 per meter persegi di luar biaya servis.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X