Aston Karawaci City Hotel, Membidik Potensi di "Segitiga Emas Tangerang"

Kompas.com - 29/03/2014, 14:29 WIB
(Kanan-kiri): Vice President Sales & Marketing PT Archipelago International, Norbert Vas, didampingi General Manager MAP, Iwan Kumara, dan Direktur Accounting dan Finance MAP, Teddy Widjaja, pada jumpa pers di Jakarta, Sabtu (29/3/2014). Dengan investasi Rp 300 miliar di luar biaya lahan, MAP berani bertarung di antara para pengembang besar sebelumnya  seperti Lippo Karawaci, Summarecon, atau Paramount Serpong.  M Latief/KOMPAS.com(Kanan-kiri): Vice President Sales & Marketing PT Archipelago International, Norbert Vas, didampingi General Manager MAP, Iwan Kumara, dan Direktur Accounting dan Finance MAP, Teddy Widjaja, pada jumpa pers di Jakarta, Sabtu (29/3/2014). Dengan investasi Rp 300 miliar di luar biaya lahan, MAP berani bertarung di antara para pengembang besar sebelumnya seperti Lippo Karawaci, Summarecon, atau Paramount Serpong.
Penulis Latief
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Kawasan "segitiga emas Tangerang", yaitu Lippo Karawaci, Summarecon, serta Paramount Serpong tetap menjadi incaran pengembang properti untuk mengembangkan apartemen dan hotel. Potensi bisnis apartemen dan hotel sangat tinggi untuk memenuhi kuatnya permintaan dari kalangan ekspatriat, terutama asal Jepang dan Korea Selatan, serta Eropa.

Salah satu pengembang yang tertarik masuk ke ceruk apartemen dan hotel tersebut adalah PT Mahakarya Agung Putera (MAP). Sukses meluncurkan apartemen Grand Eschol Residence beberapa waktu lalu, MAP bekerjasama dengan Archipelago International membangun kondotel Aston Karawaci City Hotel. Kondotel berkelas setara hotel bintang empat ini dirancang di lahan seluas 3.200 meter persegi.

"Ini keuntungan yang absolut, karena di belakang lahan kami pun ada beberapa lahan seluas 100 hektar sudah siap dibangun pengembang lain demi menangkap potensi pasar ekspatriat yang dominan di sini. Banyak pemain besar, yang karena mulai kehabisan lahan, lari ke arah pasar Kemis. Ini tentu keuntungan buat kami," ujar General Manager MAP, Iwan Kumara, pada jumpa pers di Jakarta, Sabtu (29/3/2014).

Dengan menggelontorkan investasi Rp 300 miliar di luar biaya lahan, MAP berani bertarung di antara para pengembang besar sebelumnya seperti Lippo Karawaci, Summarecon, atau Paramount Serpong. Apalagi, MAP berani menggandeng Archipelago International yang merupakan salah satu operator hotel dengan portofolio lebih dari 75 hotel dan 12.000 kamar di Indonesia. Beberapa hotel dioperasikan Archipelago International itu misalnya Grand Aston, Aston, Aston City, Quest, Favehotel, NEO, dan banyak lagi.

"Kami ingin jadikan proyek ini sebagai kondotel yang punya nilai jual tinggi berkat akses dan nilai jualnya," ujar Iwan.

Menanggapi hal itu, Vice President Sales & Marketing PT Archipelago International, Norbert Vas, mengatakan bahwa potensi okupansi hotel di kawasan segitiga emas Tangerang ini cukup menjanjikan. Berdasarkan riset Archipelago lewat jaringan hotelnya, perbedaan okupansi hotel di kawasan ini nyaris tak jauh berbeda dengan Jakarta.

"Di Semarang itu okupansinya 68 persen sampai 70 persen, sementara di Jakarta, terutama dari jaringan kami, yaitu Aston Ancol, mencapai 88 persen. Sementara di Serpong kami yakin bisa menembus 85 persen sampai 90 persen," ujar Vas.

Return of Investment

Untuk tahap pertama penjualan, MAP menargetkan penjualan 100 unit dari 252 unit yang tersedia di Aston Karawaci City Hotel hingga tahap penjualan kedua nanti. Untuk mencapai target itu, Direktur Accounting dan Finance MAP, Teddy Widjaja, menawarkan tiga skema pembiayaan menarik.

"Pertama dengan KPA, tapi itu kan biasa. Nah, yang kedua dan ketiga ini paling menarik. Pertama, pembeli bisa membayar dengan skema cicilan 24 kali tanpa bunga dan skema uang muka 50 persen. Konsumen bisa bayar 50 persen dulu, nanti kalau unit sudah jadi dibayar sisanya," kata Teddy.

Dengan rencana peletakkan batu pertama pada Mei 2014, MAP menargetkan tahap penutupan atap proyek ini pada Mei 2016. Ada lima tipe unit ditawarkan di kondotel ini, yaitu superior, superior hook, superior plus, deluxe, serta junior Suite.

Adapun harga yang ditawarkan untuk unit-unit itu bervariasi. Untuk skema pembayaran tunai berlaku mulai Rp 577.456.790 hingga Rp 1.106.924.981, sedangkan untuk cicilan 24 kali ditawarkan sebesar Rp 594.780.503 hingga Rp 1.102.022.747, dan Rp 649.638.897 sampai Rp 1.203.665.617 untuk pembayaran dengan skema uang muka 50 persen.

"Return of Investment-nya 16 persen untuk 2 tahun pertama digaransi dan bisa dibayar dimuka," tambah Teddy.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X