Bekasi yang Makin Seksi...

Kompas.com - 28/03/2014, 17:56 WIB
Bekasi tumbuh pesat, ditandai dengan pembangunan properti seperti apartemen, pusat belanja, dan ruang komersial lainnya. www.bumn.go.idBekasi tumbuh pesat, ditandai dengan pembangunan properti seperti apartemen, pusat belanja, dan ruang komersial lainnya.
|
EditorLatief
BEKASI, KOMPAS.com — Kota Bekasi, khususnya Bekasi Barat, secara perlahan dan pasti, bertransformasi menjadi destinasi investasi properti. Hal ini dibuktikan dengan pesatnya pembangunan segala jenis properti, mulai perumahan, pusat belanja, apartemen, hingga yang terbaru perkantoran.

Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk Nanda Widya mengatakan bahwa Bekasi punya potensi besar. Dia menilai, populasinya besar dan daya belinya tinggi. Apalagi, kalangan ekspatriat yang bekerja di kawasan industri Bekasi kini bertambah jumlahnya lantaran banyak perusahaan yang berekspansi.

"Pasar Bekasi sangat seksi. Kebutuhan hunian dan ruang perkantoran semakin menguat seiring pertumbuhan bisnis," ujar Nanda kepada Kompas.com, Jumat (28/3/2014).

Selain itu, pergeseran pola konsumsi properti juga sudah terjadi di kawasan ini. Jika dua atau tiga tahun lalu harga properti (perumahan) terendah masih berkisar Rp 400 juta hingga Rp 700 juta, kini sudah menembus level Rp 1 miliar per unit.

Nanda mengaku, hal tersebut sangat dimungkinkan, mengingat harga lahan di Bekasi Barat, terutama di lokasi premium, sudah menyentuh dua digit, yaitu sekitar Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per meter persegi. Sementara itu, harga lahan di dalam kawasan perumahan berkonsep real estate sekitar Rp 7 juta - Rp 10 juta per meter persegi.

"Terakhir kami menjual lahan dan properti di Summarecon Bekasi dengan patokan harga Rp 8,5 juta per meter persegi," timpal Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Johannes Mardjuki.

Itulah alasan kuat yang mendasari para pengembang kemudian beralih membangun hunian vertikal. Jenis properti ini pun dibanderol dengan harga tak kalah fantastis. Setelah era rusunami Mutiara Bekasi dengan patokan harga mengikuti aturan pemerintah, yakni sekitar Rp 200 juta per unit, apartemen yang baru dirilis dua tahun terakhir ini dipasarkan sekitar Rp 15 juta per meter persegi.

Tak hanya itu, hadirnya M Gold Tower yang dikembangkan PT Metropolitan Land Tbk kini harga jualnya mencapai Rp 17,5 juta per meter persegi. Ini artinya, menurut Mardjuki, untuk mendapatkan satu unit seluas 33 m2 (tipe studio), pembeli harus merogoh kantong Rp 577, 5 juta.

Secara terpisah, Direktur Metland Anhar Sudradjat mengatakan, meskipun harganya terbilang tinggi untuk ukuran Bekasi, unit-unit apartemen M Gold Tower sudah ludes terbeli.

"Sebanyak 140 unit terjual, sementara 30 unit sisanya akan kami kelola menjadi serviced residence yang diperuntukkan bagi pasar ekspatriat," ucap Anhar.

Ke depan, tambah Nanda, pihaknya akan bekerja sama dengan Marimo Co. Ltd., untuk membangun apartemen lagi di Bekasi.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X