Kompas.com - 21/03/2014, 13:17 WIB
Ilustrasi Shukhov Radio Tower di Shabolovka St. Moscow. DezeenIlustrasi Shukhov Radio Tower di Shabolovka St. Moscow.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Arsitek Tadao Ando, Rem Koolhaas, Kengo Kuma, Thom Mayne dan Elizabeth Diller, terselip di antara nama-nama lain yang memohon penangguhan penghancuran Menara Radio Shukhov di Rusia. Lewat surat terbuka tertanggal 13 Maret 2014 itu, para pakar dari berbagai bidang ilmu di seluruh dunia memohon agar Presiden Rusia, Vladimir Putin, menjaga kelestarian menara tersebut.

Nama-nama yang turut menandatangani surat terbuka ini berasal dari berbagai disiplin ilmu. Tak hanya arsitek, insinyur, bahkan seniman pun turut ambil bagian. Sementara itu, konten surat digubah oleh sejawaran Jean-Louis Cohen dan fotografer Richard Pare.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti dikutip Dezeen.com, Cohen dan Pare adalah ahli di bidang arsitektur Soviet. Pare pun mengorganisir para penandatangan surat ini dan bertanggung jawab atas tanggapan maupun jawaban terkait surat.

Pada surat terbuka itu disebutkan, Menara Radio Shabolovka di St. Moscow merupakan struktur terbesar di antara struktur serupa. Struktur ini menjadi maha karya Vladimir Shukhov, sekaligus monumennya.

"Ini adalah salah satu emblem Moscow, dan salah satu prestasi rekayasa superlatif dari abad keduapuluh, juga mempengaruhi dan memperkaya teknis serta ide arsitektur global," bunyi penggalan surat terbuka tersebut.

Menurut Dezeen.com, surat ini juga menekankan bahwa penggantian menara bisa membuka celah bagi perencanaan tata ruang setempat. Merubuhkan dan menggantinya dengan struktur baru memungkinkan penghapusan batasan ketinggian gedung yang biasanya hanya sampai sembilan lantai menjadi 50 lantai.

Kampanye dan surat terbuka ini diluncurkan menyusul pengumuman persetujuan Russian State Committee for Television and Radio Broadcasting membongkar menara tersebut. Keputusan ini sebenarnya memang beralasan, karena seperti bangunan yang akan dirubuhkan lainnya, bangunan tersebut keadaannya memburuk seiring waktu.

Tampaknya, dunia baru menyadari pentingnya bangunan ini ketika penghancurannya semakin dekat. Selain itu, dalam surat terbuka pun disebutkan bahwa "Membongkar menara dan menyimpan komponennya untuk membangunnya kembali, meski mungkin dilakukan, akan sangat berbahaya karena tidak adan jaminan bahwa konstruksi mungkin dilakukan".

Selain itu, pembongkaran ini pun akan menghilangkan hubungan antara menara dengan lingkungan Shabolovka di sekitarnya.

Isi lengkap surat terbuka, beserta nama-nama yang menandatangani surat tersebut bisa diakses pada tautan berikut ini.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Dezeen
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.