Kompas.com - 17/03/2014, 11:11 WIB
Maskulin dan feminin seperti yin dan yang. Meski berbeda, namun keduanya bisa dipadukan dalam satu ruang. Menurut desainer Estee Stanley, Anda harus bermain dengan material, tekstur, warna, dan gaya desain. Katie Lydon Interiors / Domaine.comMaskulin dan feminin seperti yin dan yang. Meski berbeda, namun keduanya bisa dipadukan dalam satu ruang. Menurut desainer Estee Stanley, Anda harus bermain dengan material, tekstur, warna, dan gaya desain.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com - Desainer interior para pesohor Hollywood, Estee Stanley, menjawab pertanyaan lazim para pasangan muda. Para pasangan yang baru menikah biasanya bingung dengan cara memadukan gaya mendesain dan mendekor interior rumah mereka. Masing-masing punya kesukaan dan ego pribadi.

Bagi Stanley, menggabungkan dua gaya, kesukaan sang pria maupun sang perempuan tersebut dalam satu ruang bukan hal mustahil. Berikut ini caranya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Maskulin dan feminin, yin dan yang. Bagaimana mungkin mencampurkan keduanya menjadi satu gaya desain yang bisa memuaskan dua gender dan dua selera? Saran terbaik saya dalam mengombinasikan dua estetika tersebut adalah dengan memainkan material, tekstur, warna dan gaya desain," ujar Stanley.

Pertama-tama, Stanley mendorong Anda menyeimbangkan dua kecenderungan mendesain dengan menempatkan barang-barang dari kedua gaya desain tersebut. Mudahnya, satu barang khas pria, satu barang khas perempuan. Contohnya, untuk setiap barang bernuansa maskulin, Anda sebaiknya menyandingkannya dengan satu barang feminin. Meja makan bergaya industrial yang penuh dengan besi dan kayu bisa dipadukan dengan kursi empuk dan lampu meja kristal. Cara ini berguna untuk mebuat tampilan ruang lebih lembut.

Katie Lydon Interiors / Domaine.com Memadukan gaya mendekor maskulin dan feminin ternyata tidak sulit. Desainer Estee Stanley memberikan tiga cara memadukan dua gaya tersebut dalam rumah Anda.

Kedua, seimbangkan juga tekstur yang ada dalam rumah. Pikirkan keseimbangan yang sama seperti ketika Anda menyeimbangkan barang-barang bergaya maskulin dan feminin. Coba lengkapi tekstur tebal dan gelap dari sofa beludru berwarna ungu dengan gorden ringan berwarna terang.

Terakhir, pilihan-pilihan Anda bisa juga membantu membuat ruang yang seimbang antara dekorasi feminin dan maskulin. Kenali dahulu barang-barang yang terkesan feminin dan barang maskulin tersebut. Hiasan-hiasan berwarna lembut serta bunga tergolong mampu melembutkan nuansa di dalam ruangan, jadi bisa dikatakan barnag-barang ini identik dengan dekorasi feminin.

Sementara itu, aksen ranting, tanaman indoor, detil dari kulit, kayu bernuansa mentah, serta aksen garis-garis cenderung identik dengan kaum Adam. Padukan keduanya dalam jumlah seimbang.

"Kuncinya adalah keseimbangan. Sesegera mungkin setelah sebuah ruang terasa akan mengarah ke satu gaya tertentu, ambillah satu langkah ke belakang dan evaluasi barang yang bisa Anda tukar untuk mebawanya kembali ke tengah-tengah," tandas Stanley.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.