Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/03/2014, 16:17 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi pengusaha pengembang, Real Estate Indonesia (REI), merasa tak harus melakukan sosialisasi kenaikan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) yang berlaku sejak awal tahun 2014 ini. Pasalnya, perubahan NJOP terjadi setiap tahun, dan itu sudah diantisipasi oleh anggota REI.

Ketua Umum REI Eddy Hussy mengatakan hal tersebut ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (14/3/2014).

Menurut Eddy, sosialisasi NJOP adalah domain Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pelayanan Pajak. "Bukan urusan kami. Gak ada urusan sama sekali. Karena NJOP tiap tahun pasti naik. Hanya, kenaikan tahun ini sangat tinggi. Lebih dari 200 persen, meskipun berbeda-beda di setiap wilayah," jelasnya.

REI, kata Eddy, akan melakukan sosialisasi terkait kebijakan yang berdampak langsung terhadap kegiatan usaha atau bisnis pengembang. Misalnya mengenai loan to value atau kebijakan kenaikan harga rumah subsidi.

"Kalau NJOP kami sudah pahami sejak dulu. Terlebih nilai pasar untuk lahan dan properti saat ini justru jauh lebih tinggi ketimbang NJOP. Jadi, kami sudah memperhitungkan kenaikan tersebut," tandas Eddy.

Seperti diberitakan, tingginya angka Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perkotaan dan Pedesaan di DKI Jakarta tahun ini terjadi karena penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang ditetapkan Pemprov DKI Jakarta. Kenaikan NJOP di Jakarta bervariasi disesuaikan dengan lokasi wilayah, mulai dari 120 persen hingga 240 persen.

Kepala Dinas Pelayanan Pajak (DPP) DKI Jakarta Iwan Setiawandi mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menginginkan PBB menjadi sektor Pajak Daerah yang menjadi unggulan. Jokowi mengubah besaran NJOP karena selama empat tahun, NJOP tidak naik. Besaran NJOP yang tetap selama 4 tahun tidak sesuai dengan fakta, bahwa harga pasar sudah melonjak cukup tinggi.

"Kenaikan NJOP berakibat kenaikan PBB, bagi yang keberatan bisa mengajukan permohonan keringanan, namun sebenarnya NJOP yang baru masih dibawah harga pasar sesungguhnya di lapangan," ujar Iwan, Minggu (9/3/2014).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+