Kompas.com - 11/03/2014, 12:33 WIB
China punya laboratorium iTWO 5D pertama di dunia. www.rib-software.comChina punya laboratorium iTWO 5D pertama di dunia.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Beruntungnya China. Setelah menghebohkan dunia konstruksi dengan pembangunan kilat properti komersial dalam 15 hari, dan material pencakar langit prefabrikasi, kini mereka memiliki laboratorium lima dimensi pertama di dunia.

Laboratorium bernama iTWO 5D tersebut dibangun di Guangzhou, dan sudah beroperasi pada 24 Februari 2014 lalu. Laboratorium ini ditujukan untuk kepentingan industri konstruksi. iTWO 5D menyediakan lingkungan yang sempurna untuk mengeksekusi teknologi iTWO dan metode kerja baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para pemilik gedung, dan pelaku industri konstruksi tak perlu repot-repot dengan kebocoran data, dana, dan material serta lambatnya progres proyek konstruksi yang biasa terjadi pada industri konstruksi tradisional.

Sebaliknya, laboratorium ini justru akan membawa dampak istimewa yang tak  pernah terjadi sebelumnya. Pembangunan sektor industri teknologi informasi di abad ke-21 sendiri, diakui telah membawa perubahan yang luar biasa bagi gaya hidup masyarakat, dan memungkinkan perubahan revolusioner dalam metode kerja industri konstruksi.

Teknologi baru juga memberikan kemungkinan simulasi proyek, memonitor kolaborasi antara tim proyek secara langsung (real time), mengendalikan proses konstruksi, dan manajemen data dengan kapasitas besar. Keunggulan ini menciptakan metode kerja baru yang dapat mengubah industri konstruksi menjadi sebuah industri digital lebih maju.

iTWO 5D menciptakan transparansi, meminimalisasi risiko dan biaya konstruksi menjadi lebih rendah, dan mendatangkan keuntungan yang lebih tinggi untuk proyek-proyek konstruksi. Pendek kata, iTWO 5D Lab diklaim sebagai sebuah lingkungan inovatif yang dirancang untuk  melaksanakan metode kerja baru dengan menggunakan teknologi baru.

CEO iTWO 5D Lab, Thomas Wolf, mengatakan, metode kerja baru menyiratkan proses baru, dari  industri konstruksi tradisional menuju proses konstruksi virtual. Di masa depan, semua proyek konstruksi akan dibangun secara sistematis, mulai sebelum pembangunan fisik, pra pembangunan hingga pasca-konstruksi. Semuanya dapat dieksekusi dengan sempurna di laboratorium ini.

"Pemilik proyek, investor, kontraktor umum, sub-kontraktor, pemasok, arsitek, konsultan, perusahaan asuransi, perusahaan pembiayaan dan lain-lain dapat berkolaborasi dan bekerja dengan mudah secara efektif dan efisien dengan menggunakan teknologi ini," urai Wolf.

Selain di Guangzhou, iTWO juga akan mengembangkan laboratorium serupa di Amerika Serikat, Singapura, dan kota-kota lainnya di China.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.