Keren... Inovasi Broker Waralaba Gunakan Pola Bisnis Mirip MLM

Kompas.com - 03/03/2014, 15:30 WIB
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Chairman PRO/MAX Tirta Setiawan mengungkapkan keinginannya untuk meningkatkan mutu para broker di Indonesia, khususnya broker yang bergabung dalam waralaba PRO/MAX Real Estate. Broker yang sudah melanglang buana di dunia properti hampir seperempat abad ini menyatakan, bahwa para broker perlu mengubah pola pikirnya terlebih dahulu.

"Banyak orang masuk industri broker ini salah, yang dipikirkan hanya profit dari komisi. Begitu masuk, kecewa. Seharusnya, dasarnya adalah keinginan untuk membangun," ujar Tirta dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/3/2014).

Tirta tidak sendirian. Bersama Agatha Meydiana dan Sulihin Widjaja, Tirta membangun waralaba PRO/MAX Real Estate. Waralaba ini pun lahir dari tiga merk broker lokal, yaitu Etika Realty, Pluit Pro, dan Indoproperti Realty.


Tirta juga sempat menjelaskan, bahwa PRO/MAX Real Estate berbeda dari broker nasional lainnya. PRO/MAX Real Estate adalah waralaba agen properti pertama yang menggunakan pendekatan agensentris (agent-centric approach). Pendekatannya mirip dengan sistem penjualan multitingkat (MLM), namun Meydi bersikeras bahwa PRO/MAX Real Estate berbeda sama sekali dengan pola bisnis MLM.

"Kami bukan MLM, karena tidak berlapis. Kami tidak bekerja ke dalam, Seperti MLM yang sibuk dari downline tapi lupa berjualan," ujar Meydi.

Meydi mengatakan, PRO/MAX Real Estate menerapkan sistem sponsor. Artinya, setiap agen PRO/MAX akan mensponsori para agen baru. Setiap agen pun akan mendapat dua sumber pemasukan berbeda. Sumber pertama pembagian komisi hingga maksimal 90 persen. Sumber kedua berupa pemasukan pasif, yaitu sponsoring fee hingga 10 persen dari tiap agen baru. Jika sewaktu-waktu agen meninggal, ahli warisnya pun tetap berhak mendapatkan beneficiary hingga tiga persen selama masih bergabung dalam PRO/MAX.

"Industri broker properti membutuhkan terobosan baru seperti ini. Di sini, para agen yang sukses diberikan ruang tanpa batas untuk terus bertumbuh dan mengembangkan bisnisnya," imbuh Tirta. 

"Rasa baru" dari muka lama

PRO/MAX, yang baru berusia satu tahun, memang baru hari ini diluncurkan ke publik. Sistem yang diluncurkan ini terbilang menguntungkan agen anggota karean mampu menarik banyak anggota baru.

Hingga hari ini, PRO/MAX sudah berhasil memiliki 33 kantor, 12 di antaranya berada di Jabodetabek. Sisanya tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Adapun Bandung, Solo, dan Surabaya, adalah lokasi-lokasi PRO/MAX mulai berkibar.

"Kami ingin menjadi kantor broker properti profesional. Jangan selalu berpikir do the bussiness, tapi build the bussiness. Saya mau mereka, para proker itu, jadi agen properti yang tidak hanya memikirkan profit. Selama ini broker sering dicap sebagai calo, identik dengan cuancashback, dan caw (melarikan diri). Saya harapkan, dengan ini pasar broker bisa lebih sehat," kata Tirta.

Tirta mengatakan, dari 33 kantor, sebanyak 21 kantor dikelola oleh broker-broker baru. Sebagian belum pernah berkecimpung di dunia properti. Sementara itu, 12 kantor lainnya merupakan gabungan dari kantor yang sebelumnya anggota Etika Realty, Pluit Pro, dan Indoproperti Realty.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.