2015, Kawasan Blok M Bakal "Meledak"!

Kompas.com - 25/02/2014, 16:58 WIB
Sejumlah bus-bus kota yang hendak keluar dari Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2013). Meskipun secara resmi tarif baru angkutan umum baru ditetapkan, sejumlah warga mengungkapkan bahwa mereka telah membayar kenaikan tarif sejak beberapa minggu yang lalu, tepatnya tak lama saat harga BBM bersubsidi resmi dinaikan Alsadad RudiSejumlah bus-bus kota yang hendak keluar dari Terminal Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2013). Meskipun secara resmi tarif baru angkutan umum baru ditetapkan, sejumlah warga mengungkapkan bahwa mereka telah membayar kenaikan tarif sejak beberapa minggu yang lalu, tepatnya tak lama saat harga BBM bersubsidi resmi dinaikan
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com — Kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, diprediksi bakal mengalami ledakan besar pada 2015 mendatang. Blok M dimungkinkan menjadi kawasan diplomatik Asia Tenggara, sekaligus bisnis dan perdagangan, karena terdapat kantor sekretariat ASEAN yang dikelilingi perkantoran pemerintahan dan perusahaan swasta, serta fasilitas komersial ritel dalam konsep transit oriented development (TOD).

Ketua Umum Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) Bernardus Djonoputro mengutarakan pendapat tersebut terkait kesiapan Jakarta menyambut peluang, tantangan, dan dampak ASEAN Common Community. Ia menyampaikan hal tersebut seusai seminar RICS ASEAN Real Estate and Construction Summit, di Jakarta, Selasa (25/2/2014).

"Blok M termasuk area strategis dengan konsep TOD dan bisa menjadi salah satu ikon Jakarta. Di sinilah terdapat kantor sekretariat ASEAN. Oleh karena itu, kawasan ini harus ditata lebih baik lagi," ujar Bernardus.

Dia melanjutkan, saat pasar bebas ASEAN berlaku, Blok M akan bertransformasi menjadi kawasan incaran para pengembang dan investor. Mereka pasti berlomba mendapatkan lahan dengan posisi bagus untuk dimanfaatkan sebagai properti komersial, perkantoran, apartemen, dan ritel.

"Saat ini saja, pengembangan di Blok M tak kalah pesat dibanding kawasan lainnya. Tentu, bila para investor lain ikut menggarap, harga lahan dan properti bakal jauh melesat," imbuh Bernardus.

Hanya, sebelum masa itu tiba, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus mengantisipasinya dengan sejumlah regulasi mengenai pelaksanaan teknis pembangunan di lapangan. Pemprov DKI Jakarta harus segera mengeluarkan Peraturan Gubernur terkait RTRW 2030 agar pembangunan di kawasan Blok M dapat dikendalikan dan ditata dengan lebih baik.

"Kawasan Blok M harus didesain menjadi kawasan berkelas internasional. Blok M sudah memiliki infrastruktur transportasi dan aksesibilitas yang memungkinkan mobilisasi menjadi murah, mudah, dan efisien, baik bagi pebisnis maupun masyarakat. Kehadiran Terminal Terpadu Blok M yang terintegrasi dengan jalur transjakarta, dan kelak mass rapid transit, adalah wujud pembangunan masa depan," tandas Bernardus.

Daya tarik itulah yang membuat kawasan ini punya potensi besar untuk lebih tumbuh dan berkembang pada masa mendatang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X