Pengembang Cemaskan Kenaikan Suku Bunga Kredit

Kompas.com - 28/01/2014, 11:32 WIB
Beberapa waktu lalu, kebijakan Bank Indonesia mengenai pengetatan pengajunan KPR juga menyebabkan www.shutterstock.comBeberapa waktu lalu, kebijakan Bank Indonesia mengenai pengetatan pengajunan KPR juga menyebabkan "riak kecil" dalam perekonomian Indonesia. REI bahkan melaporkan penjualan (properti) menurun hingga 30 persen.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai pihak, termasuk pemerhati properti dan pelaku usaha properti di DPP REI sepakat bahwa sektor properti Indonesia masih memiliki harapan tinggi. Ketua DPP Real Estat Indonesia (REI) Eddy Hussy, saat membahas rencana kerja REI selama tiga tahun mendatang, Senin (27/1/2014), di Jakarta, mengatakan bahwa sektor properti masih bisa tumbuh sebesar 10 persen.

"Dilihat dari situasi ekonomi dan politik, kita cukup menargetkan pertumbuhan 10 persen," ujar Eddy.

"Kita optimistis karena sektor properti ke depan ini sudah merupakan sektor industri yang strategis. Kita tahu, backlog perumahan jumlahnya masih besar, karena itu kita yakin pertumbuhan properti nasional akan naik," imbuh Eddy.

Menurutnya, jika ada semacam dorongan dari Pemerintah, khususnya Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), pertumbuhan sektor properti bisa sama seperti tahun lalu. Tapi, sejauh ini REI masih khawatir atas beberapa hal.

"Yang justeru kami khawatirkan adalah kenaikan suku bunga kredit dan aturan BI tentang LTV. Sekarang kondisi real-nya, bank sudah mulai menaikkan bunga KPR dan itu sangat memukul daya beli," ujar Eddy.

Beberapa waktu lalu, kebijakan Bank Indonesia mengenai pengetatan pengajunan KPR juga menyebabkan "riak kecil" dalam perekonomian Indonesia. REI bahkan melaporkan penjualan (properti) menurun hingga 30 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X