Kompas.com - 22/01/2014, 12:25 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Masih belum pulihnya kurs mata uang Rupiah terhadap dollar AS berpengaruh terhadap Harga Pokok Produksi (HPP). Termasuk HPP material bangunan seperti besi, baja, dan juga beton pra cetak (precast).

PT Wika Beton berencana menaikkan harga jual beton precast sebesar 7 persen hingga 10 persen yang akan berlaku tahun ini. 

Menurut Direktur Keuangan PT Wika Beton, Entus Asnawi, depresiasi Rupiah terhadap Dollar AS merupakan faktor utama yang mendorong Wika Beton mengerek harga jual beton precast. Pasalnya, ada beberapa komponen yang masih diimpor dari luar negeri yang ditawarkan dengan menggunakan kurs dollar AS.

"Konversi Dollar AS ke Rupiah inilah yang memaksa kami untuk memutuskan kenaikan harga jual beton precast sekitar 7 hingga 10 persen. Sementara faktor lain seperti Tarif Dasar Listrik (TDL) tidak terlalu berpengaruh," kata Entus, kepada Kompas.com, Rabu (22/1/2014).

Namun demikian, Entus menambahkan, besaran kenaikan harga beton precast tersebut sangat bergantung pada ketersediaan pasokan di sembilan pabrik yang dimiliki Wika Beton, dan situasi pasar (permintaan).

"Jika pasokan produk seperti tiang pancang masih banyak tersedia, sementara permintaan tidak meningkat, kenaikan harga kami patok dengan angka moderat. Sebaliknya, bia pasokan minim sementara permintaan naik, kami tentu mematok harga lebih tinggi. Kami mengikuti hukum pasar," papar Entus.

Hingga dua pekan Januari 2014 berjalan, PT Wika Beton telah menerima order senilai Rp 150 miliar, dengan produk terbanyak tiang pancang, disusul girder jembatan.

Direktur Operasional I PT Wika Beton, Ferry Hendriyanto, mengatakan, permintaan beton pracetak tahun ini dan beberapa tahun mendatang bakal meningkat. Beberapa rencana pembangunan infrastruktur akan direalisasikan tahun ini.

"Kebutuhan beton pracetak akan sangat tinggi terkait pembangunan rumah susun yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta sebagai tempat relokasi bagi warga bantaran Sungai Ciwilung. Selain itu, rencana membuat sodetan Sungai Ciliwung dan Cisadane juga pasti membutuhkan beton pracetak. Demikian halnya dengan pembangunan jembatan, MRT, monorel, Pelabuhan Baru Tanjung Priok dan lain-lain," imbuh Ferry.

Mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, Wika Beton membangun dua pabrik baru di Kawasan Industri Krakatau, Cilegon, dan Bakauheni, Lampung. Kedua pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi sebanyak 100.000 ton dan 200.000 ton per tahun.

Bila kedua pabrik tersebut terbangun, Wika Beton memiliki 11 pabrik dengan total kapasitas produksi sebanyak 2,3 juta ton.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.