Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nih... Tanaman-tanaman "Alot" yang Tak Mudah Mati di Rumah!

Kompas.com - 20/01/2014, 18:18 WIB
Tabita Diela

Penulis

KOMPAS.com - Memajang tanaman di dalam rumah dengan memanfaatkan pot atau menempatkannya di taman mampu membawa kesegaran ke dalam rumah. Sayangnya, tanpa perhatian yang cukup dan perawatan terhadap tanaman tersebut, pemilik rumah pun dapat menyaksikannya mati.

Karena itu, tak ada salahnya memilih tanaman yang "alot" atau tidak mudah mati. Simak lima tanaman yang relatif kuat ini karena mampu bertahan hidup meski jarang dirawat.

Dracaena marginata

Tanaman pertama adalah Dracaena marginata. Di Indonesia, tanaman ini dikenal memiliki banyak ragam dan cukup populer digunakan sebagai tanaman lanskap dan pot. Bentuknya pun unik dan cenderung sculptural. Jadi, tanaman ini bisa juga digunakan sebagai penghias interior rumah. Anda pun bisa mengembangbiakkannya dengan stek batang. Pastikan saja tanaman ini tidak terkena sinar matahari langsung.

www.houzz.com Sansevieria atau dikenal juga dengan nama Lidah Mertua. Sedikit air dan cahaya sudah cukup bagi tanaman ini untuk tumbuh.
Sansevieria

Tanaman kedua bernama Sansevieria atau dikenal juga dengan nama Lidah Mertua. Sedikit air dan cahaya sudah cukup bagi tanaman ini untuk tumbuh. Bagi Anda yang menginginkan sentuhan kontemporer, geometrik, dan sculptural, tanaman ini cocok bagi Anda. Sayangnya, menurut ASPCA (American Society for the Prevention of Cruelty to Animals), tanaman ini beracun bagi binatang peliharaan.

Creeping Fig

Tanaman ketiga lazim dikenal dengan nama Daun Dolar. Tanaman ini juga dikenal dengan Creeping Fig. Tanaman bernama latin Ficus pumila L. ini termasuk tanaman penyerap polusi.

Selain Daun Dolar, hampir seluruh genus Ficus tergolong tanaman yang "tangguh". Tanaman-tanaman yang termasuk dalam genus ini menyukai kelembaban dan cahaya terang. Namun, sama seperti Lidah Mertua, tanaman ini berbahaya bagi binatang peliharaan.

www.houzz.com Tanaman keempat bernama Philodendron. Selain kuat, tanaman ini juga disukai sebagai tanaman hias lantaran memiliki bentuk yang indah.
Philodendron

Tanaman keempat bernama Philodendron. Selain kuat, tanaman ini juga disukai sebagai tanaman hias lantaran memiliki bentuk yang indah.

Seperti dikutip dalam Apartmenttherapy, tanaman ini populer pada tahun 1970-an. Tanaman ini pun bisa merambat dan menghias sekelilingnya. Hanya saja, perhatikan akar tanaman ini yang mampu memenuhi sebuah pot kecil. Sama seperti tanaman0tanaman sebelumnya, tanaman ini pun beracun bagi hewan peliharaan.

Bromelia

Tanaman terakhir adalah Bromelia. Tanaman ini memiliki warna yang menarik dan daunnya memiliki corak cantik. Tanaman ini satu Famili dengan nanas. Jadi, Anda bisa membayangkan bentuk daunnya bertumpuk-tumpuk, hampir sama dengan daun yang ada pada buah nanas.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ingin Layanan BPN Meningkat, AHY Tekankan Dua Faktor Penting

Ingin Layanan BPN Meningkat, AHY Tekankan Dua Faktor Penting

Berita
Permudah Akses Warga Ciputat, Progress Group Bangun Jalan Penghubung

Permudah Akses Warga Ciputat, Progress Group Bangun Jalan Penghubung

Berita
6,6 Juta Kendaraan Lintasi Tiga Ruas Tol Astra Infra Selama Mudik Lebaran

6,6 Juta Kendaraan Lintasi Tiga Ruas Tol Astra Infra Selama Mudik Lebaran

Berita
[POPULER PROPERTI] 5 Tahun ke Depan, 'Crazy Rich' Indonesia Lampaui Dunia

[POPULER PROPERTI] 5 Tahun ke Depan, "Crazy Rich" Indonesia Lampaui Dunia

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Demak: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Demak: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Klaten: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Klaten: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Wonosobo: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Wonosobo: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Boyolali: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Boyolali: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Identifikasi 100 Properti, OYO Fokus Layani Akomodasi Pemerintah

Identifikasi 100 Properti, OYO Fokus Layani Akomodasi Pemerintah

Hotel
Permintaan Membeludak Pasca-Lebaran, KAI Siapkan Tambahan Relasi Ini

Permintaan Membeludak Pasca-Lebaran, KAI Siapkan Tambahan Relasi Ini

Berita
Lebaran 2024, 2,1 Juta Kendaraan Lintasi Tol Trans-Sumatera

Lebaran 2024, 2,1 Juta Kendaraan Lintasi Tol Trans-Sumatera

Berita
Meski Tahan Lama, Wastafel 'Stainless Steel' Punya Kekurangan

Meski Tahan Lama, Wastafel "Stainless Steel" Punya Kekurangan

Tips
Juli Ini, Proyek Tol Bayung Lencir-Tempino Seksi 3 Kelar

Juli Ini, Proyek Tol Bayung Lencir-Tempino Seksi 3 Kelar

Berita
Metland Catatkan Laba Bersih Rp 417,6 Miliar Sepanjang 2023

Metland Catatkan Laba Bersih Rp 417,6 Miliar Sepanjang 2023

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Jepara: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Jepara: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com