Rumah Sejatinya "Panggung Sandiwara"

Kompas.com - 15/01/2014, 09:24 WIB
Rumah, sejatinya merupakan panggung sandiwara. www.dezeen.comRumah, sejatinya merupakan panggung sandiwara.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Studio arsitektur asal Spanyol, Elii Architects, mengajak publik dunia mengetahui cara hidup tinggal di dalam apartemen berukuran mungil. Para arsitek mampu menunjukkan hal tersebut lewat karya fotografer dan pembuat film, Miguel de Guzmán.

Cara hidup yang diperagakan tersebut seolah juga ingin menyadarkan para penonton bahwa di mana pun kita tinggal, rumah kita adalah panggung sandiwara. Lantas, inikah cara hidup di masa depan?

 
"Setiap rumah adalah sebuah teater. Rumah Anda bisa menjadi lantai dansa pada suatu hari dan ruang minum teh keesokan harinya," ujar para arsitek.
 
Apartemen mungil yang menjadi latar film pendek tersebut berada di Madrid. Dimensi dan ukuran apartemen tersebut tidak disebutkan, namun dari film tampak jelas bahwa dinding, plafon, bahkan lantai di apartemen tidak hanya menjadi partisi atau bagian yang mendefinisikan ruangan. 

Setiap sisi dalam apartemen karya Elii Architects memiliki peran ganda. Ada banyak pintu-pintu "rahasia" yang bisa menjadi tempat penyimpanan. Uniknya, setiap ruang di apartemen ini bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan. 

 
Yang jelas, apartemen tersebut merupakan loteng sebuah bangunan tua di tengah kota Madrid. Tidak hanya mendandani interior loteng, proyek yang dilakukan Elii Architects juga termasuk memperbaiki struktur, insulasi, dan menyempurnakan fasilitas bangunan dengan membuat sistem konstruksi lebih modern.
 
"Idenya adalah menunjukkan semua ruang berbeda dan mekanisme dalam cara naratif," ujar de Guzmán mengenai filmnya.
 
Benar saja. Dalam film tersebut, seorang model perempuan digambarkan memulai harinya, berkegiatan, hingga akhirnya menutup hari bersama seorang kawan. Perempuan tersebut bangun di tempat tidur yang berada di mezanin apartemen. Plafon yang ada di atas mezanin tersebut membentuk segitiga dengan bukaan jendela di permukaan plafon. Bergeser dari tempat tidur, sang model bisa membuka lemari yang dibangun di lantai mezanin untuk mengambil segelas teh.
 
Sementara itu, di lantai bawah terdapat kamar mandi, dapur, dan lemari pakaian. Antara dapur dan lemari pakaian dipisahkan oleh partisi berwarna merah muda yang bisa digeser.
 
Dapur tersebut tidak hanya memiliki satu fungsi. Elii Architects sudah menempatkan berbagai fasilitas yang bisa dibuka-tutup dari plafon. Mulai dari rak buku, ayunan, hammock, hingga meja dan kursi makan.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X