Qatar Mulai "Menyetir" AS

Kompas.com - 14/01/2014, 14:57 WIB
Radisson Blu Aqua Hotel, Chicago, AS. www.radissonblu.comRadisson Blu Aqua Hotel, Chicago, AS.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Uang dan politik, merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan, bagi beberapa orang, perusahaan, dan negara, keduanya adalah "litani suci" yang dapat mempengaruhi arah masa depan.

Demikian halnya yang dilakukan secara gencar oleh Qatar. Mereka menyebar uang dalam bentuk investasi di sektor infrastruktur, properti, penerbangan komersial dan media massa. Tak tanggung-tanggung, negeri petro dollar mungil ini membenamkan investasi di salah satu negara adikuasa, Amerika Serikat.

Sejak 2010 lalu, Qatar secara tidak langsung, ikut menarik Amerika Serikat dari keterpurukan akibat resesi ekonomi 2008. Mereka menanamkan modal di Washington DC, dan beberapa kota besar strategis lainnya di AS.

Salah satu lengan investasi pemerintah di negeri jazirah Arab ini, Qatari Diar Real Estate Investment Co, sepakat membenamkan dana sebesar 650 juta dollar AS atau setara dengan Rp 7,6 triliun pada 2010 lalu.

Mereka membangun megaproyek (infrastruktur dan properti) di pusat kota Washington DC senilai 1 miliar dollar AS (Rp 11,7 triliun).

Dengan investasi sebesar itu, menjadikan Qatar sebagai pemegang saham mayoritas dan berpengaruh.

Sejak Qatar masuk, persebaran uang di AS tersebut meningkat secara sistematis. Menyusul kemudian Al Faisal Group yang juga merupakan sayap investasi properti Qatar. Mereka mengakuisisi Radisson Blu Aqua Hotel, di Chicago, tahun lalu.

Para analis independen menilai, ekspansi dan investasi bisnis besar-besaran yang dilakukan Qatar mengisyaratkan perubahan mikro yang dapat mempengaruhi investasi properti di wilayah terkemuka seperti Washington dan New York.

Sebelumnya pada tahun 2013, pimpinan bank yang membiayai City Center Project, Khalid al - Subeai, mengatakan, bahwa mereka meminati pasar properti AS karena menawarkan fundamental  menarik di tahun-tahun mendatang.

Tak hanya di sektor properti dan infrastruktur, cengkeraman bisnis Qatar juga menguat di sektor penerbangan komersial. Negeri petro dollar ini menambah dan meningkatkan kualitas layanan penerbangan melalui Qatar Airways dengan membuka rute menuju Dallas, Miami dan Philadelphia.

Guna mendukung realisasi investasi dan ekspansi tersebut, mereka memberikan konfirmasi dengan pembelian 50 pesawat Boeing 777. Aksi borong pesawat ini kian menegaskan bahwa Qatar serius melakukan ekspansi bisnisnya.

Diperkuat lagi dengan pembelian jaringan televisi seharga 50 juta dollar AS (Rp 588,2 miliar) sekaligus meluncurkan Al Jazeera Amerika.

Menurut analis strategis yang mengkhususkan diri dalam urusan Timur Tengah, investasi   merupakan metode Qatar memajukan diri sebagai kekuatan regional. Untuk diketahui, Qatar adalah negara kecil dan dengan menciptakan arus uang besar seperti itu, menghasilkan hubungan erat dalam hal keuangan dan politik dengan investasi di AS.

Hal tersebut dapat menyebabkan saling ketergantungan. AS akan mampu membela Qatar terhadap "serangan" negara-negara tetangganya.

Kendati pun latar belakang politis dikesampingkan, investasi di sektor properti terutama di daerah elite dan berpengaruh seperti New York dan Wasington akan memperkuat ekonomi dan properti AS sebagai senjata pemulihan masa depan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X