Jangan Cuma Khawatir Banjirnya, tapi Sengatan Listriknya!

Kompas.com - 13/01/2014, 12:49 WIB
Warga beraktivitas di tengah banjir yang melanda kawasan Bidara Cina, Jakarta, Senin (13/1/2014). Hujan yang melanda Jakarta sejak Minggu pagi ditambah meluapnya sungai Ciliwung akibat banjir kiriman dari Bogor mengakibatkan sejumlah kawasan ini terendam banjir sejak Minggu malam. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES RODERICK ADRIAN MOZESWarga beraktivitas di tengah banjir yang melanda kawasan Bidara Cina, Jakarta, Senin (13/1/2014). Hujan yang melanda Jakarta sejak Minggu pagi ditambah meluapnya sungai Ciliwung akibat banjir kiriman dari Bogor mengakibatkan sejumlah kawasan ini terendam banjir sejak Minggu malam. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Saat terpapar air dan aliran listrik, seseorang bisa dengan mudah tersengat listrik hingga meninggal. Air memang penghantar listrik yang baik, begitu pula tubuh manusia.

Terkait banjir yang melanda Jakarta dua hari ini, Country President PT Schneider Electric Indonesia, Riyanto Mashan, kembali mengingatkan tragedi banjir besar di Thailand tahun lalu. Ia bukan mengkhawatirkan banjirnya, tapi sengatan listrik yang membahayakan nyawa.

"Saat banjir besar di Thailand itu, ada di satu kampung lima ratus orang tewas tersengat listrik karena listrik di kampung itu belum dimatikan oleh petugas PLN-nya. Itulah bahaya listrik yang sebenarnya," ujar Riyanto mengingatkan.

Seperti diberitakan di Kompas.com, PT PLN Ditribusi Jakarta Raya (Disjaya) dan Tangerang terpaksa mematikan sejumlah gardu listrik. Hal itu untuk mengamankan seluruh pelanggan di kawasan yang terkena banjir.

"PLN berusaha mengamankan pelanggan dengan memadamkan aliran listrik. Hal tersebut dilaksanakan demi keselamatan pelanggan itu sendiri," kata Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Disjaya Roxy Swagerino kepada wartawan, di Jakarta, Senin (13/1/2014).

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Tanggul Kali Laya, Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok, jebol akibat tak mampu menampung debit air yang meningkat drastis akibat hujan yang terus-menerus, Senin (13/1/2014). Akibatnya puluhan rumah di Perumahan Cimanggis Country Residence terendam.
Sampai pukul 07.00, sekitar 130 gardu telah dipadamkan di wilayah Jakarta dan Tangerang antara lain, di area Menteng, Jatinegara, Pondok Gede, Kramatjati, Pondok Kopi, Bulungan, Lenteng Agung, Bintaro, Kebon Jeruk, Cikokol, dan Cengkareng.

Memutus aliran listrik

Di Indonesia, datangnya musim hujan kerap diasosiasikan dengan datangnya musim bencana. Debit air yang begitu besar tidak diimbangi dengan tindakan pencegahan memadai. Hasilnya, banjir dan longsor pun terjadi.

Tidak berhenti sampai di situ. Banjir misalnya, juga kerap membawa berbagai bahaya lainnya, salah satunya bahaya tersengat listrik.

Untuk itulah, Riyanto mengatakan, sebenarnya potensi bahaya tersebut bisa diantisipasi sejak jauh hari. Langkah harus dilakukan adalah memastikan aliran listrik sudah padam ketika listrik berpotensi melakukan kontak dengan konduktor, terutama tubuh manusia.

shutterstock.com Ilustrasi.
"Agar tidak terkena kontak langsung dengan manusia, itu tujuannya," kata Riyanto.

Namun, lanjut Riyanto, ada cara lain lebih efektif, yaitu memasang proteksi ELCB di setiap rumah. ELCB ini akan mendampingi MCB.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X