Pengembang Punya Andil Bikin Jakarta Banjir

Kompas.com - 13/01/2014, 11:38 WIB
Deytri Aritonang <aritonangdey@gmail.com> Deytri Aritonang
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembang yang membangun properti perumahan, apartemen, pusat belanja, dan bangunan-bangunan komersial lainnya yang mampu mengubah bentang alam,  dianggap punya andil besar sebagai penyebab banjir di wilayah DKI Jakarta.

Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, mengatakan hal tersebut kepada Kompas.com, Senin (13/1/2014) terkait banjir yang berulang kembali terjadi.

"Pengembang punya pengaruh terhadap perubahan bentang alam di wilayah DKI Jakarta. Hal ini terjadi lantaran mereka membangun proyek seringkali tidak memperhatikan daya dukung lingkungan. Bahkan tak jarang, pengembang membangun tanpa disertai izin analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), kendati perizinan lainnya telah dipenuhi," ujar Yayat.

Walhasil, kata Yayat, terjadi konversi besar-besaran terhadap ruang kota yang tadinya merupakan ruang terbuka hijau menjadi hutan beton.

Sayangnya, perubahan bentang alam yang menyalahi aturan dan terjadi secara dramatis ini tidak disertai dengan sanksi atau penindakan tegas dari Pemda DKI Jakarta.

"Apakah pengembang yang diberikan izin membangun itu dalam pelaksanaan pembangunannya mengalokasikan ruang-ruang terbuka hijau atau sumur resapan untuk menampung air hujan dan luapan air lainnya. Saya yakin tidak semua melakukan itu, dan Pemda DKI Jakarta tidak ada kontrol terhadap pengembang yang abai aturan," imbuh Yayat.

Untuk diketahui, syarat wajib yang harus dipenuhi pengembang dalam membangun properti, baik perumahan maupun komersial sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) yakni pengembang wajib menyediakan sumur resapan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

"Hitung saja, berapa pengembang yang sudah menerapkan Perda tersebut? Saya yakin Kepala Dinas Perumahan tidak memiliki data itu," cetus Yayat.

Jika pengembang lalai, kata Yayat, harus diberi sanksi tegas oleh Pemda DKI Jakarta dengan mencabut izin usaha dan tidak direkomendasikan melakukan bisnis apa pun di seluruh wilayah DKI Jakarta.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.