Kompas.com - 10/01/2014, 16:05 WIB
Stasiun Cirebon yang dibangun tahun 1911 dengan arsitektur yang masih dipertahankan hingga kini masih dioperasikan, Sabtu (7/12/2013). KOMPAS/IWAN SETIYAWANStasiun Cirebon yang dibangun tahun 1911 dengan arsitektur yang masih dipertahankan hingga kini masih dioperasikan, Sabtu (7/12/2013).
|
EditorLatief
CIREBON, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Cirebon berencana membangun kota baru seluas 60 kilometer persegi melalui reklamasi pantai utara. Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Cirebon, Ano Sutrisno, kepada Kompas.com, usai peresmian Metland Hotel Cirebon, Jumat (10/1/2013). 

Menurut Ano, luas wilayah kota Cirebon saat ini yang hanya 40 kilometer persegi. Dengan demikian, terlalu kecil bagi Cirebon mengakomodasi pertumbuhan bisnis, perdagangan, jasa, hunian, komersial, atraksi hiburan dan budaya serta kehidupan sosial lainnya yang cenderung menunjukkan tren dinamis.

"Kota Cirebon membutuhkan wilayah lebih luas lagi agar pertumbuhan yang terjadi lebih dari yang bisa dicapai saat ini. Reklamasi merupakan jalan keluar mengatasi keterbatasan lahan. Kami telah menghitung, biaya pengadaan lahan baru melalui reklamasi jauh lebih murah ketimbang mengakuisisi lahan darat di sekitar wilayah Cirebon," papar Ano.

Lebih lanjut Ano menjelaskan, jika mengakuisisi lahan darat, maka biaya yang harus dikeluarkan akan lebih tinggi. Saat ini saja, harga lahan di luar pusat bisnis (central business district/CBD) Cirebon atau sekitar Jl Siliwangi, sudah menembus angka Rp 10 juta per meter persegi.

"Oleh karena itu, kami memutuskan untuk membuat rencana jangka panjang membangun lahan reklamasi. Studi kelayakan sedang dilakukan, termasuk potensi ke depan, alokasi anggaran, payung hukum, dan juga skema kerja sama dengan investor. Kami secara terbuka mengundang investor untuk berpartisipasi membangun kota baru ini," tandas Ano.

Nantinya, lanjut Ano, peruntukan lahan reklamasi ini akan dimanfaatkan sebagai hunian, perkantoran, apartemen, hotel, pusat belanja, pertokoan, arena hiburan, obyek wisata dan lain sebagainya. Ia menawarkan insentif bagi para investor yang mau bekerjasama membangun kota baru ini berupa kemudahan-kemudahan perizinan.

Untuk diketahui, Kota Cirebon sendiri berada pada posisi strategis, dengan aksesibilitas dan kondisi infrastruktur memadai. Selain itu, kota udang ini memiliki warisan kekayaan budaya dan kuliner, yang menjadi magnit kuat bagi para investor.

Sayangnya, potensi tersebut belum dieksplorasi secara maksimal Sehingga pertumbuhan ekonomi masih berkutat di angka 3,28 persen. Tak heran, Cirebon sebagai kota terbesar kedua di Jawa Barat belum menjadi opsi investasi utama para pengembang. Namun, jika rencana reklamasi terealisasi, bukan tidak mungkin Cirebon dapat menyalip Bandung sebagai kota utama di Jawa Barat.  

"Cirebon punya semua potensi untuk menjadi destinasi utama bisnis dan wisata. Kota ini dilintasi transportasi darat, laut dan juga kelak udara bila Bandara International Kertajati beroperasi. Kami akan menjajaki kemungkinan berinvestasi di lahan reklamasi tersebut," tandas Presiden Direktur PT Metropolitan Land Tbk (Metland), Nanda Widya.

Metland sendiri bersama Deta Group sudah menanam investasi di kota ini senilai Rp 40 miliar di luar lahan guna membangun Metland Hotel Cirebon sebanyak 98 kamar.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.