Kompas.com - 07/01/2014, 15:50 WIB
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai dampak kontraksi permintaan (demand) ruang perkantoran yang sudah terjadi sejak semester kedua 2013, beberapa pengelola gedung perkantoran mulai melakukan koreksi terhadap harga sewa.

Dalam catatan Colliers International Indonesia, terdapat lima gedung yang terpaksa menurunkan harga sewanya sebesar 10 persen sampai 15 persen. Lima gedung tersebut adalah Plaza BII, Kota Kasablanka 88, Mid Plaza, Deutsche Bank dan World Trade Center (WTC) II. Kelimanya telah menerapkan harga sewa baru pada Desember 2013 lalu.

Untuk diketahui, harga sewa ruang kantor di BII Plaza sebelum koreksi sekitar 35 dollar AS per meter persegi per bulan menjadi 30 dollar AS/m2/bulan di luar biaya servis (service charge), harga sewa Mid Plaza juga sekitar 35 dollar AS/m2/bulan menjadi 30 dollar AS di luar biaya servis. Kota Kasablanka 88 sekitar 28 dollar AS/m2/bulan menjadi 25 dollar AS/m2/bulan di luar biaya servis.

Sedangkan, Deutsche Bank dari sebelumnya 40 dollar AS menjadi 38 dollar AS/m2/bulan di luar servis, dan WTC II dari 55 dollar AS/m2/bulan menjadi 48 dollar AS/m2/bulan.

Menurut Director Offices Service Colliers International Indonesia, Bagus Adikusumo, penurunan harga sewa tersebut merupakan reaksi terhadap permintaan yang memperlihatkan perlambatan. Sementara pemilik gedung lainnya, belum melakukan penyesuaian harga.

"Kontraksi permintaan ini yang terjadi pada pertengahan 2013 akan terus berlanjut hingga kuartal pertama 2014. Sehingga tak mengherankan jika fenomena tersebut menyebabkan pemilik gedung perkantoran melakukan koreksi harga," papar Bagus kepada Kompas.com, Selasa (7/1/2014).

Secara umum, lanjut Bagus, sektor properti perkantoran tahun ini dihadapkan pada tantangan Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden, gejolak nilai tukar Rupiah, dan suku bunga konstruksi sebesar 12 persen. Khusus nilai tukar Rupiah yang menunjukkan kecenderungan volatilitas yang tinggi, akan sangat mempengaruhi investor dalam melakukan aksi ekspansinya.

"Meskipun kebutuhan untuk ekspansi akan tetap ada, namun tetap saja para investor penyewa akan meminta diskon harga sewa dalam paket penawaran tertentu dan negosiasi ulang atau memilih opsi relokasi. Sejauh ini yang terjadi adalah negosiasi ulang," ucap Bagus.

Adapun pertumbuhan tahun ini tidak akan sepesat 2011 hingga awal 2013. Bahkan, imbuh Bagus, jika kondisi ketidakpastian ini terus berlangsung, sektor perkantoran akan terus mengalami penurunan permintaan.

Dari segi pasokan, ruang perkantoran di pusat bisnis (central business district/CBD) Jakarta akan bertambah 1,23 juta meter persegi selama 2014 hingga 2016 mendatang dari sebelumnya 4,77 juta meter persegi.

Sementara pasokan baru di luar CBD mencapai 965.382 meter persegi, menambah pasokan eksisting seluas 2,28 juta meter persegi.

Posisi harga sewa perkantoran CBD Jakarta mencapai Rp 200.000-Rp 400.000/m2/bulan atau rerata 35 dollar AS/m2/bulan. Sedangkan harga sewa di luar CBD menembus rerata angka Rp 160.000/m2/bulan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.