"Rumah I", Struktur Rumah Cantik ala Eskimo!

Kompas.com - 03/01/2014, 15:08 WIB
Struktur ini, menurut Shinozuki, khususnya kemiringan atap dome, benar-benar memberikan perspektif menarik tentang interior yang kompak dan efisien. www.designboom.comStruktur ini, menurut Shinozuki, khususnya kemiringan atap dome, benar-benar memberikan perspektif menarik tentang interior yang kompak dan efisien.
Penulis Latief
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Satu lagi hasil karya unik arsitek Jepang. Hiroyuki Shinozaki merancang 'Rumah I' sebagai rumah kubah atau dome bergaya rumah tradisional Eskimo (Igloo). Konsep interiornya modern minimalis yang cantik!

www.designboom.com Rumah I adalah hunian yang dirancang untuk tiga orang. Terletak di daerah perumahan Tochigi, Jepang, Shinozaki merancang hunian ini untuk memberikan keseimbangan antara hidup pribadi dan komunal, terutama lewat volume kubah besar di dalamnya.
Rumah I adalah hunian yang dirancang untuk tiga orang. Terletak di daerah perumahan Tochigi, Jepang, Shinozaki merancang hunian ini untuk memberikan keseimbangan antara hidup pribadi dan komunal, terutama lewat volume kubah besar di dalamnya. Struktur ini, menurut Shinozuki, khususnya kemiringan atap dome, benar-benar memberikan perspektif menarik tentang interior yang kompak dan efisien.

www.designboom.com Shinozaki merancang volume kubah besar ini sebagai bagian terpisah dengan tetap merengkuh dinding bagian dalam ruangan. Pusat dome ini sendiri menjadi penghubung setiap area rumah, sedangkan dinding batu sebagai kerangka dome tersebut menjadi pemisah masing-masing area.
Shinozaki merancang volume kubah besar ini sebagai bagian terpisah dengan tetap merengkuh dinding bagian dalam ruangan. Pusat dome ini sendiri menjadi penghubung setiap area rumah, sedangkan dinding batu sebagai kerangka dome tersebut menjadi pemisah masing-masing area.

www.designboom.com Shinozaki merancang volume kubah besar ini sebagai bagian terpisah dengan tetap merengkuh dinding bagian dalam ruangan. Pusat dome ini sendiri menjadi penghubung setiap area rumah, sedangkan dinding batu sebagai kerangka dome tersebut menjadi pemisah masing-masing area.
Namun, Shinozaki tampaknya hati-hati menempatkan jendela. Selain untuk membingkai pemandangan pohon dan lingkungan alam sekitar, hal ini memungkinkan adanya privasi dari penghuni bangunan lainnya. Pandangan ini dipilih untuk membantu mengintegrasikan hunian dan lingkungan sekitar sehingga rumah tidak menjadi "kandang" yang terisolasi.

www.designboom.com Shinozaki merancang volume kubah besar ini sebagai bagian terpisah dengan tetap merengkuh dinding bagian dalam ruangan. Pusat dome ini sendiri menjadi penghubung setiap area rumah, sedangkan dinding batu sebagai kerangka dome tersebut menjadi pemisah masing-masing area.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X