Pusat Belanja Pimpin Pertumbuhan Tertinggi Properti Global

Kompas.com - 13/12/2013, 11:43 WIB
Ilustrasi: pusat belanja. worldpropertychannel.comIlustrasi: pusat belanja.
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Pulihnya perekonomian di sejumlah negara dari keterpurukan akibat krisis keuangan global, berdampak pada meningkatnya daya konsumsi yang pada gilirannya menumbuhkan properti ritel (pusat-pusat belanja) baru.

CB Richard Ellis (CBRE) mencatat, properti ritel (pusat belanja) memperlihatkan pertumbuhan paling kuat, baik dari sisi kapital maupun nilai sewa selama kuartal III 2013.

Indeks nilai kapital properti ritel secara global meningkat dua persen selama kuartal tersebut dan 8 persen jika dikomparasikan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun 2012 lalu. Sebagai perbandingan, indeks nilai kapital industri hanya tumbuh 1,4% sedangkan indeks nilai kapital kantor beranjak 1,1%.

Riset CBRE juga menunjukkan bahwa Amerika merupakan wilayah terkuat dengan pertumbuhan 7% secara tahunan.

Selain mengalami pertumbuhan nilai kapital, properti ritel juga mengalami kenaikan harga sewa. Indeksnya meningkat 1% selama kuartal III dan 4% lebih tinggi ketimbang periode yang sama tahun lalu. Hal ini sekaligus mencerminkan bahwa ketersediaan pusat belanja terbatas, tidak seimbang dengan tingkat permintaan dari para peritel yang terus tumbuh.

Bagaimana dengan sektor properti lainnya?

Harga sewa perkantoran hampir tidak mengalami perubahan, sedangkan sewa industri meningkat kurang dari 1%. Pertumbuhan sewa kantor global di sektor perkantoran didominasi oleh wilayah Amerika dengan Amerika Serikat tampil sebagai pemimpin industri perkantoran.

Namun, secara umum, CBRE menyatakan bahwa nilai kapital properti komersial melesat lebih cepat dibandingkan dengan aktifitas sewa di semua jenis properti selama kuartal ketiga tahun ini. Hal tersebut merepresentasikan beberapa pasar utama di dunia mengalami perubahan tren.

"Aset ruang ritel dan properti komersial secara umum sangat terbatas, ini mendorong pengembalian investasi relatif lebih cepat dan kuat. Sehingga sangat menarik sumber permodalan untuk menggarap sektor ini. Properti komersial kami harapkan dapat terus tumbuh dan mengejar ketinggalan, untuk memenuhi permintaan seiring pulihnya ekonomi dunia," ujar Global Chairman CBRE Research, Raymond Toto.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X