Upss... Lebih Banyak Perempuan Lajang Bisa Beli Rumah Ketimbang Pria Lajang?

Kompas.com - 28/11/2013, 11:12 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
Penulis Latief
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Beberapa dekade yang lalu, masih sangat jarang seorang wanita lajang di Amerika Serikat bisa membeli realestat sendiri. Hal itu terjadi saat masih berlaku Undang-Undang Perumahan 1968 yang menyatakan bahwa beberapa wanita tak bisa mendapatkan persetujuan memiliki kartu kredit, apalagi hipotek, tanpa tanda tangan suami atau ayah.

Namun, kondisi itu berubah. National Association of Realtors melaporkan bahwa sejak pertengahan 1990-an seorang wanita lajang telah membeli rumah hampir dua kali dari jumlah pria lajang. Pada 2012 lalu, jumlah perempuan lajang yang memiliki rumah mencapai 18 persen dari komposisi rumah tangga, dibandingkan dengan 10 persen untuk laki-laki tunggal.

Julie Cook, seorang public relations profesional di Michigan, baru-baru ini membeli rumah pertamanya berikut peternakan dengan tiga kamar tidur di luar kawasan Detroit. Setelah tinggal di New York City dan membayar harga sewa setinggi langit sewa selama beberapa tahun, Julie memutuskan pindah ke Detroit dan ingin mengambil keuntungan dari harga rumah yang lebih terjangkau.

"Pada titik ini, semua itu adalah cara terbaik untuk menghabiskan uang saya daripada hanya untuk biaya sewa," katanya.

Julie sempat tinggal bersama orang tuanya selama tiga bulan, sementara ia menyimpan uang dari penghasilannya untuk membayar uang muka kredit rumah tersebut. Beruntung Julie mendapatkan pinjaman kredit di awal tahun ini sehingga bisa mencicil, bahkan mulai pindah ke rumah barunya itu bulan lalu.

Lokasi

Suku bunga di AS telah mulai beringsut positif kembali dalam beberapa pekan terakhir, sehingga banyak perempuan lajang dan berpenghasilan menganggap dirinya beruntung.

"Bagian tersulit adalah menunggu pinjaman kredit itu, terutama karena akibat kebijakan dan pertimbangan hukum," kata Julie.

Ia mengaku, hidup di apartemen dengan lokasi pusat kota memang nyaman dan hanya membutuhkan sedikit perawatan. Namun, sebuah agen realestat berhasil mendorongnya untuk mempertimbangkan jenis lain dari properti.

"Senang telah menemukan sebuah rumah dengan halaman kecil di lingkungan yang aman. Saya setengah mil dari restoran dan pusat kebudayaan, dan saya bisa naik sepeda berkeliling kota," katanya. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X