Melihat Mimpi Anak-anak di "Istana Melayang"

Kompas.com - 26/11/2013, 13:36 WIB
Bangunan ini menggunakan 66 lembar kaca setinggi 10,8 meter tanpa sambungan dengan lebar 1,9 meter dan tebal 19 milimeter yang dipasang dengan teknik suspended atau digantung. Kaca-kaca itulah yang membuat istana ini seperti www.froggyedutography.comBangunan ini menggunakan 66 lembar kaca setinggi 10,8 meter tanpa sambungan dengan lebar 1,9 meter dan tebal 19 milimeter yang dipasang dengan teknik suspended atau digantung. Kaca-kaca itulah yang membuat istana ini seperti "melayang" di atas ketinggian 10 meter.
Penulis Latief
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Arsitektur sebuah gedung lembaga pendidikan seharusnya bisa dimanfaatkan tidak hanya oleh si pemilik bangunan, namun juga komunitas sekitarnya, terutama jika fasilitas yang ada di masyarakat sangat terbatas. Namun, gedung tersebut juga harus mampu membatasi akses masyarakat di luar lingkungan sekolah ketika kegiatan tersebut berlangsung.

Desain gedung yang cantik pun mampu memegang peranan penting untuk memastikan bahwa gedung tersebut dapat menjadi pusat pembelajaran komunitas yang efektif dan sukses. Hal inilah yang langsung mengemuka pada Floating Castle atau Istana Melayang di kawasan BSD Grand Boulevard, Tangerang Selatan, Banten.

Floating Castle adalah bangunan "istana" berwarna putih. Saat memasukinya, pengunjung, terutama anak-anak akan benar-benar merasakan seperti berada di dalam sebuah istana megah dan indah.

Bangunan ini menggunakan 66 lembar kaca setinggi 10,8 meter tanpa sambungan dengan lebar 1,9 meter dan tebal 19 milimeter yang dipasang dengan teknik suspended atau digantung. Kaca-kaca itulah yang membuat istana ini seperti "melayang" di atas ketinggian 10 meter. Teknik penggunaan kaca menggantung ini sudah mendapatkan penghargaan dari Record Holders Republic, Inggris, sebagai Floating Castle With the Highest Suspended Glass in the World.

Fernando Iskandar sebagai Pendiri dan CEO Froggy Edutography mengungkapkan, bangunan ini terdiri dari 10 lantai yang di setiap lantainya berisi "program mimpi" anak-anak. Di lantai tiga misalnya, terdapat kelas cerdas matematika, musik, gerak, berteman, dan visual spatial. Setiap ruangannya dilengkapi dengan indikator yang menjadi ciri anak dengan kecerdasan di bidang masing-masing.

Seperti pada kelas cerdas berteman, dijelaskan bahwa anak-anak yang memiliki interpersonal yang baik memiliki karakter seperti karisma yang kuat, dapat membaca emosi orang lain, memiliki banyak teman dan senang memimpin.

Di lantai lima, terdapat ruangan-ruangan dimana anak-anak dapat bermain peran yang mereka sukai. Profesi peran seperti dokter, diplomat, desainer atau koki disiapkan persis seperti asli. Bahkan beberapa profesi dilengkapi dengan perlengkapan sungguhan. Profesi koki misalnya, anak bisa benar-benar membuat sebuah kue dari bahan-bahan yang disediakan di dapur mini.

Di lantai tujuh, ada sebuah aula untuk tempat anak-anak mendeklarasikan mimpi-mimpinya di depan orangtua dan teman-temannya.

"Di sini anak-anak sudah benar-benar seperti berada di atas langit. Mereka seperti melayang-layang," kata Fernando di Jakarta, Jumat (22/11/2013) lalu.

www.froggyedutography.com Untuk menjadi bagian dari kepahlawanan masa depan tidak hanya sekedar memiliki kecerdasan akademik semata, tapi dibutuhkan kecerdasan dan bakat di luar pendidikan formal yang didasari dari semangat mempunyai cita-cita sejak dini
Cita-cita sejak dini

Froggy Edutography resmi diluncurkan Minggu (10/11/2013) lalu, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional. Acaranya diramaikan dengan apel deklarasi ribuan anak. Tema deklarasi cita-cita ini dipilih karena Froggy Edutography mengajak semua sebagai generasi penerus untuk memiliki kesempatan yang sama menjadi pahlawan masa depan  Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X