Sampai Desember... BTN Tawarkan KPR Tanpa Uang Muka!

Kompas.com - 20/11/2013, 16:15 WIB
Saat ini BTN menawarkan KPR tanpa uang muka (0 persen uang muka) bagi PNS dan peserta Jamsostek serta masyarakat umum yang membutuhkannya. Bagi PNS dan peserta Jamsostek, mereka membutuhkan rekomendasi dari TBUM Bapertarum, sementara peserta Jamsostek dari PUM-KB. www.shutterstock.comSaat ini BTN menawarkan KPR tanpa uang muka (0 persen uang muka) bagi PNS dan peserta Jamsostek serta masyarakat umum yang membutuhkannya. Bagi PNS dan peserta Jamsostek, mereka membutuhkan rekomendasi dari TBUM Bapertarum, sementara peserta Jamsostek dari PUM-KB.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum DPP APERSI versi Munas Pontianak, Eddy Ganefo, mengungkapkan bahwa selama ini masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat membeli rumah dengan memanfaatkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan uang muka sebesar 10 persen. Namun, adanya kebijakan skema pembiayaan perumahan khusus bagi MBR baru dari Bank Tabungan Negara (BTN) membuat MBR dapat membeli rumah tanpa uang muka.

Demikian dia sampaikan seusai Dialog Nasional Perumahan Rakyat yang diselenggarakan dalam rangka ulang tahun asosiasi tersebut di Jakarta, Selasa (20/11/2013). Bagi MBR, lanjut Eddy, uang muka 10 persen dari harga rumah akan semakin berat jika harga rumah meningkat. Karena itu, ia berharap adanya program stimulus percepatan realisasi baru KPR Sejahtera FLPP 2013 dari BTN mampu memicu penjualan dan penyerapan rumah bersubsidi.

Saat ini BTN menawarkan KPR tanpa uang muka (0 persen uang muka) bagi PNS dan peserta Jamsostek serta masyarakat umum yang membutuhkannya. Bagi PNS dan peserta Jamsostek, mereka membutuhkan rekomendasi dari TBUM Bapertarum, sementara peserta Jamsostek dari PUM-KB. Pembayaran angsuran keduanya akan langsung dilakukan lewat pemotongan gaji melalui payroll di BTN atau secara kolektif.

Sementara itu, bagi masyarakat umum yang membutuhkan, BTN memberikan syarat adanya dana diendapkan dalam tabungan sebesar 5 persen dari harga jual rumah selama waktu kredit. Masyarakat juga perlu melengkapi dokumen berupa akta gadai dan Surat Kuasa Pendebetan Dana Tabungan untuk mengurangi pokok kredit.

Adapun gimmick pemasaran dari BTN yang berperan sebagai stimulus ini hanya akan berlaku hingga akhir Desember tahun ini, namun diperkirakan akan berlanjut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X