Yuk, Mengenal Vinyl Lebih Jauh...

Kompas.com - 12/11/2013, 18:38 WIB
Vinyl merupakan jenis pelapis lantai yang relatif paling murah dari pelapis lantai lainnya.
expressflooringVinyl merupakan jenis pelapis lantai yang relatif paling murah dari pelapis lantai lainnya.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander
KOMPAS.com - Tidak seperti pelapis lantai lainnya, pelapis lantai yang terbuat dari vinyl tersedia dalam jenis ubin (papan) atau lembaran. Vinyl merupakan jenis pelapis lantai yang relatif paling murah ketimbang pelapis lantai lainnya.

Pengamatan Kompas.com di gerai material bangunan, Minggu (10/11/2013) mendapati vinyl yang variatif dan murah. 

Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan penggunaan lantai vinyl.  

 
Pertama, permukaan vinyl yang lebih halus ketimbang lantai kayu. Selain itu, karena dilapisi dengan kain atau busa di bagian bawahnya, lantai vinyl pun terasa lebih nyaman ketika dipijak. Kelembutan lantai ini memberikan fleksibilitas dalam pemasangannya. 
 
Kedua, tersedia banyak pilihan. Warna, gaya, corak, apa pun yang Anda inginkan umumnya tersedia. Lantai vinyl pun dirancang meniru material lain, seperti bebatuan atau kayu. Dari jauh, Anda akan sulit melihat perbedaan antara lantai vinyl dengan material aslinya.
 
Ketiga, relatif tahan lama. Beberapa produsen lantai vinyl bahkan mengklaim bahwa produknya mampu bertahan antara 15 hingga 20 tahun. Selain itu, lantai ini juga kuat lantaran mampu menahan kotoran dan menahan air. Perawatannya pun mudah. Anda hanya perlu menyapu dan sesekali mengepelnya untuk memastikan lantai tersebut selalu bersih.
 
Sayangnya, ada beberapa sisi buruk dari lantai vinyl. Pertama, menyangkut material pembuatnya. Vinyl dibuat dengan menggunakan polyvinyl chloride (PVC). PVC mampu melepaskan volatile organic compounds (VOC) ke udara. Bagi orang yang sensitif terhadapnya, tentu hal ini akan sangat berbahaya. Namun, sejak 2010 sudah banyak pabrik yang mulai mengurangi kandungan PVC dalam produk mereka.
 
Kedua, jika Anda memasang lantai vinyl di atas ubin keramik, lantai vinyl, atau material lainnya, pastikan dahulu lapisan pertama tersebut sudah bersih. Jika tidak, perekatnya tidak akan bekerja dengan sempurna dan lebih cepat lepas.
 
Ketiga, karena sifat lantai vinyl yang relatif lembut, lantai ini tidak membahayakan barang-barang elektronik mungil Anda jika terjatuh. Sayangnya, lantai ini justru berada dalam bahaya jika terkena benda tajam. Memindahkan furnitur berat pun berisiko merusak. Padahal, lantai ini relatif sulit diperbaiki. Anda harus menggantinya jika rusak.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X