Bekasi Perkenalkan Kawasan Terpadu

Kompas.com - 30/10/2013, 11:44 WIB
Kawasan terpadu Vida Bekasi yang seluas 40 hektar itu rencananya akan dikembangkan dengan konsep township terdiri atas residential area, komersial, dan pusat gaya hidup. Adapun Premier Savanna akan menjadi bagian dari pengembangan tahap pertama kawasan terpadu ini. Vida Bekasi Kawasan terpadu Vida Bekasi yang seluas 40 hektar itu rencananya akan dikembangkan dengan konsep township terdiri atas residential area, komersial, dan pusat gaya hidup. Adapun Premier Savanna akan menjadi bagian dari pengembangan tahap pertama kawasan terpadu ini.
Penulis Latief
|
EditorLatief
BEKASI, KOMPAS.com - Kota Bekasi merupakan daerah pendukung Jakarta yang kini menjadi salah satu daerah potensial bagi ketersediaan hunian bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Potensi itu dibuktikan dibuktikan dengan kemampuannya menarik para pengembang real estate untuk mengembangkan daerah ini, seperti Sinar Mas Group, Agung Sedayu Group, Damai Putra Grup, dan Summarecon Agung Group.

"Perkembangannya meluas tidak hanya di sektor perumahan, tetapi juga sektor komersial dan industri bersama semua fasilitas pendukung termasuk akses, sekolah, rumah sakit, pusat perdagangan dan perbelanjaan serta pasar segar," ujar Tommy Wong, President Director PT Premier Qualitas Indonesia di Jakarta, Rabu (30/10/2013), terkait peluncuran perumahan baru Premier Savanna di kawasan terpadu Vida Bekasi, Bekasi Timur.

Bekerjasama dengan PT Bina Nusantara (Gunas Land) sebagai pemilik lahan, Premier Qualitas menyiapkan investasi sebesar Rp 120 miliar untuk membangun sebanyak 204 unit rumah di atas lahan seluas 4 hektar.

"Seperti proyek-proyek sebelumnya, di sini kami tetap membidik segmen menengah," ujar Tommy.

Tommy mengatakan, kawasan terpadu Vida Bekasi yang seluas 40 hektar itu rencananya akan dikembangkan dengan konsep township terdiri atas residential area, komersial, dan pusat gaya hidup. Adapun Premier Savanna akan menjadi bagian dari pengembangan tahap pertama kawasan terpadu ini. Untuk masterplan kawasannya dirancang oleh arsitek Andra Matin.

"Dalam pengembangannya nanti kawasan hunian terpadu ini akan mengusung tema tropical urbanism sebagai masterplan yang memadukan antara konsep gaya hidup hijau dengan nilai–nilai seni budaya lokal," ujarnya.

Dengan berbagai fasilitas yang ada, Andra Matin percaya bahwa Vida Bekasi akan menjadi Landmark dimulainya era gaya hidup baru yang hijau yang berwawasan seni budaya lokal. Adapun empat tipe rumah yang ditawarkan di Premier Savanna yakni ini meliputi tipe Aliante (8X15 m2), tipe Bryaceae (7X15 m2), tipe Calliandra (6X15 m2), serta tipe Dattier (6X15 m2) satu lantai yang dipasarkan mulai harga Rp 500 juta sampai Rp 1,1 miliar. 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, menilai kawasan terpadu Vida Bekasi diprediksi akan menjadi kawasan yang memiliki nilai investasi tinggi. Ia memastikan hal itu, mengingat kawasan terpadu ini berada di titik pertemuan antara dua pusat pertumbuhan di Timur Jakarta, yaitu kawasan Cibubur dan Bekasi Barat.

"Sekarang ini dua kawasan tersebut berada pada tingkat pertumbuhan maksimalnya, sehingga secara alami pertumbuhan tersebut juga akan melebar dan bertemu di kawasan terpadu ini," ujarnya.

Selain faktor pertumbuhan yang berkembang pesat, Vida Bekasi juga memiliki tingkat aksesibilitas yang baik. Kawasan ini dapat dicapai melalui 3 akses pintu tol, yaitu Pintu Tol Bekasi Barat, Jati Asih dan Bekasi Timur.

Saat ini, PT Premier Qualitas Indonesia juga tengah memasarkan perumahan di Tangerang. Premier Park 2 di kawasan Cikokol, Tangerang, yang berada di jalan tembus Kota Modern dan Alam Sutera. Sejak beroperasi pada 1998, Premier Qualitas telah membangun 22 proyek perumahan yang tersebar di Jakarta, Tangerang, dan Bogor.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X