Akses...Akses...Akses...Bukan Cuma Lokasi!

Kompas.com - 18/10/2013, 12:37 WIB
Sinar Mas Land siap meluncurkan The Breeze BSD City, pusat lifestyle pertama di Indonesia Juli 2013 mendatang. Lifestyle center yang terletak di kawasan BSD Green Office Park  BSD City ini, hadir dengan konsep baru yakni, open air lifestyle.

 ISTSinar Mas Land siap meluncurkan The Breeze BSD City, pusat lifestyle pertama di Indonesia Juli 2013 mendatang. Lifestyle center yang terletak di kawasan BSD Green Office Park BSD City ini, hadir dengan konsep baru yakni, open air lifestyle.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com — Managing Director Corporate Strategy and Service Sinar Mas Land Ishak Chandra, Kamis (17/10/2013), mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur di DKI Jakarta mampu memicu harapan berbagai pihak yang berkecimpung di bidang properti. Tak mustahil, pembangunan infrastruktur tersebut mampu memicu aksi beli properti oleh masyarakat.

Kemungkinan aksi beli ini, lanjut Ishak, khususnya terjadi pada daerah-daerah di sekitar Jakarta yang aksesnya semakin mudah dicapai menggunakan moda transportasi baru seperti MRT (mass rapid transit), monorel, atau jalan tol baru. Untuk jalan tol baru, perumahan-perumahan yang berlokasi di pintu-pintu tol tentu akan menuai kesempatan.

Namun, menurut Ishak, lokasi bukan semata-mata pertimbangan konsumen properti. Mudahnya akses juga menjadi salah satu pertimbangan penting. Tidak hanya harus dilalui, penghuni juga harus bisa menggunakan akses tersebut.

"Lokasi bagus, tapi transportasinya susah bagaimana?" ujar Ishak ditemui KOMPAS.com di BSD City.

"Orang bilang, suksesnya bisnis properti apa, lokasi? Saya bilang bukan. Lokasi bagus, tapi aksesnya susah, bagaimana caranya. Yang saya bilang adalah akses. Bagaimana cara mengubah prinsip itu, ya? Saya ingin mengubah. Akses, akses, akses. Orang bilang lokasi, lokasi, lokasi," ujar Ishak.

Ishak mencontohkan rumah di Jelambar dan rumah di BSD. Keduanya punya perbedaan besar.

"Lokasi mana yang bagus, yang satu di Jakarta dan satu lagi di Tangerang Selatan? Tapi, aksesnya lebih enak mana? Harga BSD dan harga di Jelambar, lebih besar harga di BSD. Sepuluh sampai dua puluh tahun yang lalu, Jelambar lebih mahal dari BSD," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X