Tiffany Building Jatuh ke Tangan Taipan Terkaya Kedua Jepang

Kompas.com - 02/10/2013, 11:59 WIB
Masayoshi Son membeli Tiffany Building senilai Rp 3,7 triliun. www.skyscrapercity.comMasayoshi Son membeli Tiffany Building senilai Rp 3,7 triliun.
|
EditorHilda B Alexander
TOKYO, KOMPAS.com - Transaksi besar-besaran kembali terjadi di pasar properti Jepang. Setelah Abu Dhabi Investment Council membayar 1 miliar dollar AS (Rp 11,5 triliun) Agustus lalu, untuk kompleks perkantoran Shiba di pusat kota Tokyo, kali ini giliran SoftBank Corp.

Adalah Masayoshi Son, pendiri imperium bisnis teknologi dan telekomunikasi SoftBank Corp yang membeli Tiffany Building seharga 326 juta dollar AS atau setara Rp 3,7 triliun.

Taipan terkaya kedua Negeri Matahari Terbit versi Forbes, tersebut mengalahkan kandidat pembeli lainnya, guna mendapatkan tengara kota ini. Rival Masayoshi, teridentifikasi sebagai perusahaan investasi dana kesejahteraan.

Masayoshi membeli gedung dengan elemen dominan kaca itu lebih tinggi dari harga aslinya yakni 256,7 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,9 triliun.

Tiffany Building, merupakan gedung berlantai 10 yang berada di distrik perbelanjaan mewah, Ginza. Perancangnya adalah arsitek Kengo Kuma. Bangunan ini termasuk bangunan unggulan dan dijadikan sebagai basis toko perhiasan Tiffany & Co.

Menurut para analis, Tiffany Building akan menghasilkan tingkat kapitalisasi sebesar 2,6 persen yang didasarkan pada harga beli dan pendapatan sewa masa mendatang. Angka ini sedikit lebih rendah dari angka minimum 4 persen yang biasanya dicari oleh lembaga-lembaga investasi properti.

"Dana dan investasi properti membutuhkan pengembalian tertentu sehingga mereka akan melesat jauh dari tingkat persaingan. Saya berharap pemain masa depan bisa menjadi perusahaan non-properti yang ingin mendiversifikasi sumber pendapatan mereka dari bisnis intinya," ujar Takashi Ishizawa, analis Mizuho Securities Co.

Pulihnya pasar properti Jepang, ditandai peningkatan transaksi komersial sebesar 70 persen pada Juli tahun ini. Peningkatan transaksi tersebut dilaporkan sebagai yang terbesar ketimbang tahun lalu. Pasar semakin menarik investor asing yang didorong kebijakan ekonomi Perdana Menteri Shinzo Abe.



Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.