"Apostrophy Housing"... Beginilah Merespons Hunian Ideal di Tengah Kota!

Kompas.com - 27/09/2013, 11:43 WIB
Dibangun di lahan seluas 97 meter persegi, prototip hunian tersebut merupakan hunian dengan konsep multi guna. Isinya meliputi dua lantai utama, dua lantai mezzanine, serta sebuah area hijau. www.designboom.comDibangun di lahan seluas 97 meter persegi, prototip hunian tersebut merupakan hunian dengan konsep multi guna. Isinya meliputi dua lantai utama, dua lantai mezzanine, serta sebuah area hijau.
Penulis Latief
|
EditorLatief
KOMPAS.com — Saat ini firma arsitek Apostrophy tengah mengeksplorasi apa yang disebut
dengan hunian standar "hidup di tengah kota". Upaya percobaan ini dilakukan di tengah isu keterbatasan lahan, kesulitas akses, serta konsep hunian yang berkesinambungan di masa depan.

www.designboom.com Lantai pertama hunian ini didesain untuk mengakomodasi kebutuhan para lansia atau kaum difabel yang kemungkinan mengalami kesulitan jika harus menggunakan anak-anak tangga di rumah
Dibangun di lahan seluas 97 meter persegi, prototip hunian tersebut merupakan hunian dengan konsep multiguna. Isinya meliputi dua lantai utama, dua lantai mezzanine, serta sebuah area hijau.

www.designboom.com Di ruang keluarga, sebuah
Lantai pertama hunian ini didesain untuk mengakomodasi kebutuhan para lansia atau kaum difabel yang kemungkinan mengalami kesulitan jika harus menggunakan anak-anak tangga di rumah. Untuk itulah, lantai ini juga dilengkapi dengan rute ke ruang makan dan dapur yang ramah untuk individu pengguna kursi roda.

www.designboom.com Salah satu dinding eksteriornya diidam-idamkan akan menjadi dinding hijau. Nantinya, dinding interior di kedua sisinya akan dihias dengan tumbuhan seperti halnya menyiapkan lahan menanam yang bisa untuk mengembangbiakkan tanaman mungil seperti tanaman rempah atau obat.
Di ruang keluarga, sebuah "area mengambang" bisa dilihat dari atas ruangan. Ruangan ini bisa diubah menjadi ruang penyimpanan atau area duduk santai, tergantung keinginan dan kebutuhan pemiliknya.

www.designboom.com Lantai pertama hunian ini didesain untuk mengakomodasi kebutuhan para lansia atau kaum difabel yang kemungkinan mengalami kesulitan jika harus menggunakan anak-anak tangga di rumah. Untuk itulah, lantai ini juga dilengkapi dengan rute ke ruang makan dan dapur yang ramah untuk individu pengguna kursi roda.
Salah satu dinding eksteriornya diidam-idamkan akan menjadi dinding hijau. Nantinya, dinding interior di kedua sisinya akan dihias dengan tumbuhan seperti halnya menyiapkan lahan menanam yang bisa untuk mengembangbiakkan tanaman mungil seperti tanaman rempah atau obat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X