Lisbon Architecture Triennale, Pameran yang Lesu di tengah Krisis!

Kompas.com - 23/09/2013, 15:08 WIB
Tentu, hal ini mencengangkan dunia arsitektur internasional. Praktisi, pengamat, dan para penggemar arsitektur memiliki pandangan beragam menyangkut ketidakadaan bangunan dalam acara arsitektur tersebut. Future Perfect Concept Art, Hovig Alahaidoyan, 2012Tentu, hal ini mencengangkan dunia arsitektur internasional. Praktisi, pengamat, dan para penggemar arsitektur memiliki pandangan beragam menyangkut ketidakadaan bangunan dalam acara arsitektur tersebut.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief

Berdasarkan paparan The Guardian, jelas bahwa arsitek lokal di Portugal memandang perlu menjadi fleksibel di tengah situasi saat ini. Selain Correia, Pedro Snow dari Poligono Architects juga mengungkapkan bahwa apa yang selama ini diajarkan pada sekolah-sekolah arsitektur sudah tidak lagi relevan.

"Jika acara Triennale bernafas dalam udara segar internasional dan mampu mengubah cara pandang masyarakat, maka hal tersebut dapat menjadi latihan yang berguna," ujarnya.

Namun, acara ini tidak hanya menuai komentar positif. Hugh Pearman dari Riba Journal, majalah untuk Royal Institute of British Architects mengungkapkan, acara ini terasa seperti penampilan para siswa arsitektur. Meski penuh ide, namun mereka belum mampu menyambungkan semua ide ini menjadi satu.

Adapun Pearman berhasil menemukan secercah harapan dalam acara ini. Dalam artikelnya, dia mengungkapkan pendapatnya.

"Anda tahu bahwa sesuatu akan muncul dari semua ini, karena sesuatu selalu muncul dari periode instrospeksi arsitektural. Sesuatu itu, di tempat dan waktu yang sulit, harus muncul dari jalanan, bukan pembuat masterplan yang resmi. Jika hal itu bisa kostruktif, ketimbang dekostruktif, membangun daripada membuat kerusuhan, hal itu akan menjadi suatu permulaan," kata Pearman.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X