Inilah Hadiah Belanda untuk PBB!

Kompas.com - 21/09/2013, 00:21 WIB
Sekumpulan para ahli itu adalah desainer Hella Jongerius dan arsitek Rem Koolhaas. Keduanya berkolaborasi dengan tim kreatif yaitu desainer grafis Irma Boom, seniman Gabriel Lester, dan ahli teori Louise Schouwenberg, menciptakan dezeenSekumpulan para ahli itu adalah desainer Hella Jongerius dan arsitek Rem Koolhaas. Keduanya berkolaborasi dengan tim kreatif yaitu desainer grafis Irma Boom, seniman Gabriel Lester, dan ahli teori Louise Schouwenberg, menciptakan "keindahan" di tengah kemegahan Markas PBB.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander
dezeen Area yang digarap oleh tim kreatif tersebut sebelumnya merupakan salah satu area kunci dalam kompleks
dezeen Beberapa perubahan yang ada di area bersantai ini meliputi penghapusan mezanin, pemberian gorden, serta furnitur baru. Penghapusan mezanin yang dibuat pada 1978 tersebut oleh Koolhaas membuka pemandangan menunju East River.
dezeen Hella Jongerius menambahkan gorden manik-manik yang dibuat dengan tangan dari 30.000 manik-manik porselen. Selain itu, ada pula bar baru yang dibuat dari resin hitam.
dezeen Jongerius mendesain beberapa furnitur untuk rapat formal, dan untuk bersantai. Dia mendesain dua barang baru untuk tempat ini yakni Shere Table dan UN Lounge Chair. Kedua koleksi ini
KOMPAS.com — Setelah Jepang, sekumpulan profesional dan ahli di bidang desain interior dan arsitektur asal Belanda juga mampu berbicara secara internasional. Mereka bahkan menghadiahkan karya terbaiknya kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sekumpulan para ahli itu adalah  desainer Hella Jongerius dan arsitek Rem Koolhaas. Keduanya berkolaborasi dengan tim kreatif, yaitu desainer grafis Irma Boom, seniman Gabriel Lester, dan ahli teori Louise Schouwenberg, menciptakan "keindahan" di tengah kemegahan Markas PBB.

Menurut mereka, gedung-gedung ikonis, bersejarah, dan penting dalam hubungan multilateral seperti PBB di New York, Amerika Serikat, tidak hanya perlu kemegahan. Sejak rampung dibangun pada 9 Oktober 1952, Markas Besar PBB ini juga harus estetik. 

Oleh karena itu,
mereka mengubah tata ruang di bagian Delegasi Utara. Tidak sekadar mengubah tatanan, mereka pun menempatkan furnitur baru di dalamnya. 

"Renovasi ini dan pendesainan ulang area bersantai adalah hadiah dari Belanda untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa," ujar para desainer.

Area yang digarap oleh tim kreatif tersebut sebelumnya merupakan salah satu area kunci dalam kompleks "baru" yang dibangun pada era 1960-an. Kompleks tersebut pada masanya didesain oleh perancang terkenal dan mumpuni, Le Corbusier dan Oscar Niemeyer.

Beberapa perubahan yang ada di area bersantai ini meliputi penghapusan mezanin, pemberian gorden, serta furnitur baru. Penghapusan mezanin yang dibuat pada 1978 tersebut oleh Koolhaas membuka pemandangan menuju East River. Sementara itu, Hella Jongerius menambahkan gorden manik-manik yang dibuat dengan tangan dari 30.000 manik-manik porselen. Selain itu, ada pula bar baru yang dibuat dari resin hitam.

Jongerius mendesain beberapa furnitur untuk rapat formal, dan untuk bersantai. Dia mendesain dua barang baru untuk tempat ini, yakni Shere Table dan UN Lounge Chair. Kedua koleksi ini "ditemani" oleh kursi-kursi asli Knoll. Sementara itu, pengaturan formasi meja informasi tetap pada tempat asalnya.

Semua barang di dalam interior ruangan ini memiliki satu kesatuan nuansa desain yang senada. Inilah tanggung jawab lain Jongerius. Ia juga bertanggung jawab pada warna palet di dalam ruangan ini. Dialah yang memasukkan karpet berwarna oranye di sisi sofa ungu, biru, dan hijau.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X