Respon Bagus, Pengembang Optimistis Bangun Proyek Baru di Bali

Kompas.com - 17/09/2013, 09:40 WIB
Prima Propertindo Group menggelar kunjungan ke lokasi proyek yang dibangun di Bali, yakni Agranusa Signature Villa  dan The Nest Hotel.  Rombongan pembeli dari Jakarta yang berjumlah 80 orang dibawa keliling proyek untuk melihat langsung proyek menelan investasi sebesar Rp 130 miliar tersebut, Sabtu (15/9/2013). Prima Propertindo Prima Propertindo Group menggelar kunjungan ke lokasi proyek yang dibangun di Bali, yakni Agranusa Signature Villa dan The Nest Hotel. Rombongan pembeli dari Jakarta yang berjumlah 80 orang dibawa keliling proyek untuk melihat langsung proyek menelan investasi sebesar Rp 130 miliar tersebut, Sabtu (15/9/2013).
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun kondisi perekonomian Indonesia sedang dalam gejolak terkait kondisi suku bunga bank yang relatif tinggi akibat melemahnya rupiah terhadap Dolar AS, masih terbuka celah bagi investor yang meminati sektor properti. Menggali potensi properti di Bali, misalnya.

Demikian Ronny Tandanu, Direktur Marketing Prima Propertindo Group, menanggapi proyek yang diluncurkan Prima Propertindo di Bali, yakni Agranusa Signature Villa (Vila-Hotel atau Vilatel) dan The Nest Hotel ( Kondominium hotel atau kondotel). Ronny mengatakan, walaupun belum resmi diluncurkan, penjualan kedua proyek tersebut sudah mencapai 95 persen. 

"Walaupun terjadi perlambatan, kami yakin sampai saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bagus dan suku bunga juga masih kondusif. Masyarakat menengah atas di Indonesia juga percaya, bahwa properti adalah instrumen investasi yang aman, apalagi dengan adanya fenomena rupiah yang melemah saat ini, properti merupakan instrumen investasi paling aman daripada emas, dolar, atau saham," ujarnya kepada KOMPAS.com di Jakarta, Senin (16/9/2013).

Prima Propertindo Agranusa Signature Villa adalah proyek Vila-Hotel atau Vilatel yang tengah dibangun Prima Propertindo di Nusa Dua, Bali.
Ronny menambahkan, selain karena masyarakat masih percaya bahwa investasi properti aman, tingginya penjualan kedua proyek baru tersebut juga karena ia yakin prospek investasi properti di Bali masih sangat baik. Hal itu terutama karena Bali masih menyimpan potensi kunjungan turis domestik maupun mancanegara. Pada 2012 lalu tercatat jumlah turis yang menyambangi Bali mencapai angka 2,8 juta wisatawan.

"Ini salah satu indikasi bisnis kondotel dan villatel masih prospektif di Bali. Jadi, kebutuhan akan penginapan juga tak pernah surut sehingga investasi di Bali akan tetap menguntungkan kendati sekarang pertumbuhan perhotelan mengalami lonjakan. Itu otomatis, sebab pangsa pasarnya sangat luas," kata Ronny.

Sebelumnya, Prima Propertindo Group membangun komplek ruko komersial di wilayah Pluit, Jakarta Utara, dan di Nusa Dua, Bali. Untuk membangun Agranusa Signature Villa dan The Nest Hotel, Prima Propertindo menggelontorkan investasi sebesar Rp 130 miliar.

"Target pasar kedua produk ini adalah para investor dari kalangan menengah ke atas yang mencari investasi yang tepat, aman dan berimbang. Mereka (investor) bisa mendapatkan nilai investasi cukup baik melalui yield dan capital gain," jelas Ronny.

Ronny mengatakan, investor akan mendapatkan Return on Investment (ROI) fixed 8.5 persen  untuk 5 tahun pertama operasional sehingga menjadi total 42.5 persen. Sedangkan mulai tahun keenam akan memakai sistem revenue sharing.

"Dengan sistem ini investor mendapatkan 42.5 persen dari total revenue," ujar Ronny.

Nantinya, kedua proyek tersebut akan dikelola oleh Prasanthi Hotels & Resorts. Selain fixed ROI, lanjut Ronny, investor juga akan mendapatkan 21 poin free stay per tahun di samping daya tarik lainnya.

"Mereka juga akan mendapatkan buyback guarantee di tahun keenam sebesar 100 persen atau di tahun kesebelas sebesar 150 persen," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X