Lebih Segar... Aksen Kuning untuk Apartemen Anak Muda!

Kompas.com - 10/09/2013, 10:50 WIB
Para arsitek mengambil inisiatif dan mengatur kembali interior apartemen. Tujuan utama mereka adalah mengoptimalisasi dan meningkatkan fungsi ruang yang tersedia. Mereka memperluas area sosial dan mengoptimalisasi fungsi dapur dengan memberikan banyak ruang penyimpanan.
www.dezeen.comPara arsitek mengambil inisiatif dan mengatur kembali interior apartemen. Tujuan utama mereka adalah mengoptimalisasi dan meningkatkan fungsi ruang yang tersedia. Mereka memperluas area sosial dan mengoptimalisasi fungsi dapur dengan memberikan banyak ruang penyimpanan.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Biro arsitektur asal Brazil, Zoom Urbanismo merenovasi apartemen di Perdizes, Sao Paulo. Apartemen berukuran 109 meter persegi milik pasangan muda tersebut berada di lantai teratas sebuah bangunan tua.

Di tangan para arsitek, apartemen di lantai keempat gedung tua ini berubah lebih segar dan ceria sehingga cocok dijadikan hunian bagi anak-anak muda. Terutama, setelah aksen berwarna kuning "menguasai" apartemen tersebut.

www.dezeen.com Apartemen ini sudah memiliki karakter istimewa sejak awal. Salah satunya adalah jendela-jendela berukuran besar, plafon tinggi, dan lantai kayu berkualitas baik.
Para arsitek terdiri dari Guilherme Ortenblad, Samira Rodrigues, Augusto Aneas, Fernao Morato, Fabiano Reis, Kathleen Chiang dan Ligia Lupo menemukan bahwa apartemen ini sudah memiliki karakter istimewa sejak awal. Salah satunya adalah jendela-jendela berukuran besar, plafon tinggi, dan lantai kayu berkualitas baik.

"Apartemen ini memiliki potensi, namun tempat tertutup tersebut dipisahkan dengan dinding, memiliki pencahayaan dan ventilasi buruk, serta penutup dinding yang semakin rusak," ujar para arsitek.

Menjawab masalah yang dialami oleh apartemen ini, para arsitek mengambil inisiatif dan mengatur kembali interior apartemen. Tujuan utama mereka adalah mengoptimalisasi dan meningkatkan fungsi ruang yang tersedia. Mereka memperluas area sosial dan mengoptimalisasi fungsi dapur dengan memberikan banyak ruang penyimpanan.

Para arsitek itu kemudian "membuka" apartemen ini. Mereka merobohkan sekat dan mengubah konsep penataannya menjadi penataan ruang terbuka (open space). Pilar-pilar berhias beton ekspos seolah menjadi "sisa-sisa" batasan yang kini tidak ada lagi. Area sosial di rumah ini pun kini tampak terbuka.

www.dezeen.com Satu-satunya fitur yang menguasai ruang tersebut hanyalah rak buku di dinding. Rak tersebut menggunakan aksen yang sama dengan dapur, yaiu lemari-lemari berwarna kuning dengan bolongan-bolongan mungil tersebar di permukaannya.

Kejutan

Satu-satunya fitur yang menguasai ruang tersebut hanyalah rak buku di dinding. Rak tersebut menggunakan aksen yang sama dengan dapur, yaiu lemari-lemari berwarna kuning dengan bolongan-bolongan mungil tersebar di permukaannya.

Rak dan tempat penyimpanan sengaja diatur dengan ketinggian berbeda. Jadi, ada banyak benda yang dapat disimpan dan dipajang oleh pemiliknya. Selain itu, masing-masing pintu lemari berwarna kuning mencolok tersebut juga memiliki lubang-lubang yang mengkombinasikan bentuk geometris dan pengaturan konstelasi. Lubang-lubang yang "tersebar" di permukaan lemari tersebut juga berfungsi ganda sebagai kenop untuk membuka lemari.

www.dezeen.com Rak dan tempat penyimpanan sengaja diatur dengan ketinggian berbeda. Jadi, ada banyak benda yang dapat disimpan dan dipajang oleh pemiliknya. Selain itu, masing-masing pintu lemari berwarna kuning mencolok tersebut juga memiliki lubang-lubang yang mengkombinasikan bentuk geometris dan pengaturan konstelasi.
Ada satu "kejutan" lain di apartemen ini yang sudah dipersiapkan para arsitek. Agar tetap ada hubungan antara ruang sosial dan kamar utama, maka mereka menempatkan lemari dengan karakter yang sama dengan lemari dapur di kamar tidur utama.

Namun, alih-alih menempatkan lemari berwarna kuning mencolok, kamar tidur utama di apartemen ini memiliki nuansa yang lebih lembut. Kamar tidur dipenuhi dengan warna putih, begitu juga dengan permukaan lemari baju di ruangan tersebut.

Para arsitek menempatkan sebuah lemari berukuran besar di salah satu sisi kamar. Lemari tersebut dilengkapi dengan bolongan-bolongan untuk membuka lemari, sama seperti lemari di dapur dan di ruang keluarga.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X