Jangan Setengah Hati Mendekorasi Kamar Bayi!

Kompas.com - 06/09/2013, 14:59 WIB
Pertama-tama, ingatlah bahwa meski bayi belum bisa memllih warna kesukaannya, namun mereka mampu bereaksi terhadap warna tersebut. Gunakan warna oranye, hijau, biru, merah muda, putih, dan coklat untuk dinding kamar bayi. www.houzz.comPertama-tama, ingatlah bahwa meski bayi belum bisa memllih warna kesukaannya, namun mereka mampu bereaksi terhadap warna tersebut. Gunakan warna oranye, hijau, biru, merah muda, putih, dan coklat untuk dinding kamar bayi.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Menyambut kelahiran sang buah hati tidak hanya membuat gugup para orang tua baru. Di sela-sela ketakutan dan kekhawatiran menjadi orang tua, ada kegembiraan dan semangat untuk memenuhi segala kebutuhannya.

Salah satu kegembiraan itu adalah membuat dan mendekorasi kamar bayi. Namun, ada beberapa penting untuk dijadikan patokan sebelum mendesainnya. Simak berikut ini: 

Ciptakan nuansa dengan cat dinding

Pertama-tama, ingatlah bahwa meski bayi belum bisa memllih warna kesukaannya, namun mereka mampu bereaksi terhadap warna tersebut. Gunakan warna oranye, hijau, biru, merah muda, putih, dan coklat untuk dinding kamar bayi. Hindari warna-warna mencolok yang mampu mengganggu bayi Anda seperti merah, kuning, dan hitam.

Jika tidak ingin memiliki kamar bayi yang tampak kosong dan membosankan, cobalah mewarnai dinding dengan corak garis-garis atau menutupnya dengan wallpaper. Pastikan Anda menggunakan cat rendah VOC yang aman bagi bayi. Selain itu, cobalah memilih corak wallpaper yang tidak terlalu banyak menstimulasi nayi Anda.

www.houzz.com Gunakan warna oranye, hijau, biru, merah muda, putih, dan coklat untuk dinding kamar bayi. Hindari warna-warna mencolok yang mampu mengganggu bayi Anda seperti merah, kuning, dan hitam.
Buat dan pajang berbagai hiasan

Warna-warna yang sangat mencolok seperti merah dan kuning tetap dapat digunakan sebagai ornamen dalam kamar bayi Anda. Padukan berbagai warna mencolok sebagai hiasan. Buatlah jejeran bendera-bendera berbagai warna, hiasan gantung, atau pilihlah stiker berukuran besar untuk menghiasi dinding kamar bayi Anda.

Buat juga deretan huruf-huruf membentuk kata-kata yang mudah, letakkan jam dinding, dan gambar-gambar menyenangkan untuk memastikan anak Anda mendapatkan stimulan yang tepat. Rangsang daya imajinasi dan keingintahuannya dengan hiasan-hiasan ini.

Perlengkapan bayi sebagai dekor pelengkap

Memilih selimut, handuk, dan berbagai keperluan lainnya dalam warna unik seperti hijau toska atau magenta mampu menjadi ornamen unik bagi kamar bayi Anda. Terutama, bagi kamar mandi yang memiliki dinding berwarna putih. Jangan lupa, cuci dengan pembersih lembut anti alergen untuk memastikan handuk dan selimut aman bagi bayi.

Gunakan aneka corak unik

Mendekorasi juga bisa dilakukan dengan mengganti sarung bantal di tempat tidur bayi, sofa, dan kursi yang ada di kamar bayi. Pilihlah corak panah cevron, atau corak berbentuk karakter dengan warna dan bentuk unik.

www.houzz.com Untuk membuat kamar bayi terasa besar, gunakan lemari tanpa penutup. Berikan warna-warni cerah pada bagian dalam lemari. Tempatkan boks-boks beraneka warna di dalam lemari untuk menyimpan keperluan lain yang lebih kecil, seperti baju dalam, kaus kaki dan sepatu bayi.
Berkreasi dengan lemari

Untuk membuat kamar bayi terasa besar, gunakan lemari tanpa penutup. Berikan warna-warni cerah pada bagian dalam lemari. Tempatkan boks-boks beraneka warna di dalam lemari untuk menyimpan keperluan lain yang lebih kecil, seperti baju dalam, kaus kaki dan sepatu bayi.

Furnitur yang tepat

Ketika membeli sofa dan kursi-kursi untuk melengkapi bagian interior kamar bayi, pastikan Anda mempertimbangkan kegunaan furnitur tersebut selama lima hingga sepuluh tahun ke depan. Pastikan sofa dan kursi masih bisa digunakan oleh anak Anda sampai dia beranjak besar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X