Kompas.com - 28/08/2013, 12:15 WIB
Penduduk Spanyol, tepatnya di Ripoll, Girona, sangat beruntung karena memiliki ruang publik bernama Teatro La Lira seluas 487 meter persegi yang merupakan hasil karya RCR Arquitectes.
archdaily.comPenduduk Spanyol, tepatnya di Ripoll, Girona, sangat beruntung karena memiliki ruang publik bernama Teatro La Lira seluas 487 meter persegi yang merupakan hasil karya RCR Arquitectes.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander
archdaily.com Ruang publik ini dibangun di eks situs teater La Lira di Ripoll, di tengah kota menghadap ke Sungai Ter. Lahan kosong tersebut memang ditakdirkan menjadi sebuah alun-alun. Agar tidak kehilangan nyawa teater, lahan ini dirancang menjadi alun-alun tertutup.
archdaily.com Terdapat sebuah jembatan ramping bagi pejalan kaki yang ingin melintasi sungai. Jembatan tersebut seolah mencuat keluar dari alun-alun.
KOMPAS.com - Penduduk di negara dan daerah mana pun membutuhkan ruang publik. Lebih sekadar tempat melakukan berbagai kegiatan komunal, ruang publik secara simbolis juga menjadi lambang terpenuhinya hak-hak masyarakat umum.

Beruntung, penduduk Spanyol, tepatnya di Ripoll, Girona, memiliki ruang publik bernama Teatro La Lira seluas 487 meter persegi yang merupakan hasil karya RCR Arquitectes.

Ruang publik ini dibangun di eks situs teater La Lira di Ripoll, di tengah kota menghadap ke Sungai Ter. Lahan kosong tersebut memang ditakdirkan menjadi sebuah alun-alun. Agar tidak  kehilangan nyawa teater, lahan ini dirancang menjadi alun-alun tertutup.

Alun-alun tertutup ini cukup unik. Setelah melalui proses pembangunan kembali, area ini menjadi ruang publik dua level yang bisa digunakan untuk berbagai hal. Terdapat sebuah jembatan ramping bagi pejalan kaki yang ingin melintasi sungai. Jembatan tersebut seolah mencuat keluar dari alun-alun.

Jembatan ini berada pada lantai pertama yang sejajar dengan permukaan tanah.  Selain itu, terdapat juga lantai bawah tanah yang ketinggiannya hanya berbeda sedikit dari permukaan air sungai. Lewat kaca yang menghadap ke sungai, pengunjung alun-alun bisa melihat pemandangan langsung ke arah sungai.

Kedua sisi alun-alun yang tidak menghadap sungai serta bagian atapnya, tertutup deretan besi. Hanya saja, deretan besi ini tidak tertutup dengan rapat. Celah di antara besi tersebut membuat cahaya matahari dan udara bisa masuk ke dalam alun-alun.

Tanaman yang ada di dalamnya pun dapat tumbuh dengan baik. Selain untuk kepentingan interior alun-alun ini, celah-celah yang ada di antara besi juga berguna bagi hunian padat di sekitar alun-alun. Halaman hunian-hunian tersebut tetap bisa memiliki akses ke sinar matahari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.