Manado dan Surabaya Catat Pertumbuhan Harga Tertinggi!

Kompas.com - 27/08/2013, 14:57 WIB
Ilustrasi: Rumah menengah menunjukkan akselerasi harga paling tinggi di Manado dan Surabaya. ShutterstockIlustrasi: Rumah menengah menunjukkan akselerasi harga paling tinggi di Manado dan Surabaya.
|
EditorHilda B Alexander
JAKARTA, KOMPAS.com - Kendati secara umum pertumbuhan harga properti residensial pada kuartal II 2013 mulai melambat, namun di beberapa wilayah terjadi akselerasi yang sangat signifikan. Manado dan Surabaya mencatat pertumbuhan harga tertinggi, masing-masing 9,7 persen dan 4,19 persen.

Indeks Harga Properti Residensial Bank Indonesia terbaru menyebutkan pertumbuhan harga kedua kota ini melampaui 12 kota lainnya di Indonesia yakni Medan, Palembang, Padang, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Banjarmasin, Manado dan Makassar.

Pertumbuhan harga tertinggi di Manado dikontribusi oleh rumah tipe menengah dengan kenaikan sebesar 21,78 persen. Hal ini dimungkinkan, sejalan dengan meningkatnya perekonomian daerah tersebut sebagai representasi perkembangan Kawasan Timur Indonesia. Sedangkan rumah tipe menengah di Surabaya sebagai generator pertumbuhan harga, menanjak 5 persen.

Selain membukukan rekor lonjakan harga properti residensial paling tinggi per tiga bulan, Manado dan Surabaya juga mencetak kenaikan harga tertinggi secara tahunan yakni 16,91 persen dan 18,85 persen.

Tak mengherankan bila Manado melejit sektor propertinya. Menurut CEO Sinarmas Land Group, Michael Widjaja, Manado memperlihatkan pertumbuhan signifikan setelah 4 tahun mengalami plantation booming (hasil bumi).

"Saat ini, permintaan properti jauh lebih banyak. Peningkatan ini disebabkan oleh preferensi pasar (konsumen) yang menginginkan memiliki hunian di kampung halaman setelah berkutat dengan karier profesional di Jakarta dan kota-kota lainnya di Pulau Jawa," ujar Michael kepada Kompas.com, Sabtu (24/8/2013).

Indeks tersebut juga menunjukkan, secara umum, pada kuartal II 2013, harga properti masih mengalami peningkatan sebesar 2,19 persen lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya yang mencapai 11 persen atau 12,11 persen melonjak dari periode yang sama tahun 2012. Tekanan kenaikan harga ini diperkirakan akan masih berlanjut pada kuartal III mendatang. Kenaikan harga bahan bangunan dan perubahan tarif BBM menjadi faktor pendorong kenaikan harga tersebut.

Dalam lima tahun terakhir, terlihat tren pertumbuhan harga properti residensial yang semakin meningkat. Dilihat berdasarkan tipe rumah, kenaikan terjadi hampir di semua tipe, tertinggi terjadi pada rumah tipe kecil yakni 16,71 persen.

Meskipun harga rumah tipe kecil mencatat pertumbuhan tahunan tertinggi, sejak triwulan II tahun ini, akselerasinya sudah mulai melambat. Sebaliknya peningkatan harga rumah tipe menengah dan besar sampai dengan triwulan II 2013 masih akseleratif.

Menanjaknya harga properti residensial ini juga dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat yang menyebabkan volume penjualan meningkat sebesar 18,08 persen untuk semua tipe rumah. Penjualan tipe rumah menengah dan kecil melesat signifikan masing-masing sebesar 23,47 persen dan 23,43 persen.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X