Resor Mewah di Tanah "Tak Ramah" Korea Utara

Kompas.com - 26/08/2013, 17:29 WIB
Pada masa kejayaannya, resor ini memiliki serangkaian penginapan kelas satu paling nyaman bagi para turis. Resor ini juga menawarkan olah raga bergengsi, yaitu golf. Para wisatawan juga bisa bersantai sembari menikmati keindahan pantai dan pegunungan. www.dailymail.co.ukPada masa kejayaannya, resor ini memiliki serangkaian penginapan kelas satu paling nyaman bagi para turis. Resor ini juga menawarkan olah raga bergengsi, yaitu golf. Para wisatawan juga bisa bersantai sembari menikmati keindahan pantai dan pegunungan.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
KOMPAS.com -  Sayangnya, resor mewah bernama di Gunung Kumgang tersebut berada di dalam area teritorial Korea Utara, negara terkenal paling kaku dan "tidak ramah" pada wisatawan dari negara tetangganya; Korea Selatan.

Sebetulnya, resor ini pernah mengalami masa keemasan. Letaknya yang tak jauh dari Korea Selatan membuat resor mewah ini menjadi semacam simbol perdamaian antara Korea Selatan dan Utara. Sayangnya, setelah pelarangan wisata ke Korea Utara pada 2008 dan peristiwa penembakan turis Korea Selatan oleh tentara penjaga perbatasan Korea Utara, resor ini kehilangan pengunjung. Omzet tahunan yang mencapai 20 juta dolar AS terhenti begitu saja.

Pada masa kejayaannya, resor ini memiliki serangkaian penginapan kelas satu paling nyaman bagi para turis. Resor ini juga menawarkan olah raga bergengsi, yaitu golf. Para wisatawan juga bisa bersantai sembari menikmati keindahan pantai dan pegunungan.

www.dailymail.co.uk Setelah pelarangan wisata ke Korea Utara pada 2008 dan peristiwa penembakan turis Korea Selatan oleh tentara penjaga perbatasan Korea Utara, resor ini kehilangan pengunjung. Omzet tahunan yang mencapai 20 juta dolar AS terhenti begitu saja.
Namun, kebijakan terbaru pemerintah Korea Utara tampaknya akan mengubah peruntungan resor tersebut. Korea Utara mengumumkan bahwa pihaknya akan membuka resor ini kembali bagi pengunjung dari Korea Selatan. Dengan kelonggaran ini, para anggota keluarga yang terpisah akibat perang mampu bertemu kembali meskipun hanya sementara.

Sementara itu, seperti dikutip dalam www.dailymail.co.uk, pihak berwenang di Seoul menyatakan bahwa 100 orang dari kedua negara akan bertemu di resor Gunung Kumgang pada September mendatang. Juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan Kim Hyung-Suk mengatakan, keputusan ini bisa menjadi cikal-bakal adanya reuni keluarga rutin yang sempat terhenti pada 2010.

www.dailymail.co.uk Pada masa kejayaannya, resor ini memiliki serangkaian penginapan kelas satu paling nyaman bagi para turis. Resor ini juga menawarkan olah raga bergengsi, yaitu golf. Para wisatawan juga bisa bersantai sembari menikmati keindahan pantai dan pegunungan.
Selama 2000 hingga 2010, lebih dari 22.000 pertemuan berlangsung di resor ini, yaitu sebelum Korea Utara menyetop kegiatan tersebut. Area Wisata Gunung Kumgang merupakan area administratif istimewa di Korea Utara yang disahkan pada 2002 untuk menangani lalu lintas wisatawan Korea Selatan menuju Pegunungan Diamond.

Sayangnya, tragedi menewaskan Park Wang-ja (53) pada Juli 2008 membuat area ini menjadi "area panas". Korea Utara menyatakan, Park Wang-ja ditembak dua kali, dan tewas seketika ketika memasuki area militer Korea Utara. Sejak tragedi itulah, kegiatan wisata dari selatan ditutup.

www.dailymail.co.uk Kim Jong-Un, pemimpin Korea Utara, saat ini telah memutuskan untuk memperbolehkan adanya pertemuan keluarga antara penduduk Korea Utara dan Korea Selatan.
Kim Jong-Un, pemimpin Korea Utara, saat ini telah memutuskan untuk memperbolehkan adanya pertemuan keluarga antara penduduk Korea Utara dan Korea Selatan. Menurut Qz.com, negosiasi dua negara dimulai pada Jumat (23/8/2013) pekan lalu di pedesaan Panmunjom, perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan.

Awalnya, Kim Jong-Un menginginkan negosiasi dilakukan di Gunung Kumgang. Namun, pihak Korea Selatan bersikeras agar negosiasi dilakukan di lokasi berbeda dengan lokasi berkumpulnya warga Korea Utara dan Korea Selatan.

www.dailymail.co.uk Kim Jong-Un, pemimpin Korea Utara, saat ini telah memutuskan untuk memperbolehkan adanya pertemuan keluarga antara penduduk Korea Utara dan Korea Selatan.



Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X