Rumah Tiga Generasi, Hemat Lahan dan Energi!

Kompas.com - 13/08/2013, 17:55 WIB
Rumah bernama Binh Thanh ini berada di pusat Kota Ho Chi Minh, Vietnam. Secara khusus, menampung dua keluarga yang terdiri atas sepasang suami-isteri, anak mereka, menantu, dan seorang anak kecil. Tidak salah, jika Binh Thanh disebut sebagai www.designboom.comRumah bernama Binh Thanh ini berada di pusat Kota Ho Chi Minh, Vietnam. Secara khusus, menampung dua keluarga yang terdiri atas sepasang suami-isteri, anak mereka, menantu, dan seorang anak kecil. Tidak salah, jika Binh Thanh disebut sebagai "rumah tiga generasi".
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander
www.dezeen.com Bagaimana pun karakter penghuninya, rumah tersebut merupakan solusi atas masalah yang timbul akibat iklim tropis. Sama seperti iklim yang ada di Indonesia, rumah ini dapat mereduksi sengatan sinar matahari di luar ruangan dan mengurangi penggunaan pendingin udara.
www.designboom.com Para arsitek menggunakan teknologi
www.designboom.com Kembali mengenai dua karakter penghuni rumah, rumah ini juga memiliki dua karakter. Karakter pertama yang lebih modern terdiri atas tiga volume mengapung. Ruang-ruang tersebut dibalut dengan blok beton seperti papan catur.
www.designboom.com Penggunaan
HO CHI MINH, KOMPAS.com - Rumah bernama Binh Thanh ini berada di pusat Kota Ho Chi Minh, Vietnam. Secara khusus, rumah ini didesain untuk menampung dua keluarga yang terdiri atas sepasang suami-isteri berusia 60-an, anak mereka, menantu, dan seorang anak kecil. Tidak salah, jika Binh Thanh disebut sebagai "rumah tiga generasi".

Rumah berukuran 516 meter persegi di atas tanah seluas 140 meter persegi ini diselesaikan pada Juni 2013 lalu. Firma arsitektur Vo Trong Nghia dan firma arsitektur Sanuki + Nishizawa merancang rumah ini tampak seperti tumpukan lima volume. Namun, pengaturan tersebut  memberikan privasi bagi dua keluarga yang tinggal di dalamnya, serta memberikan keunikan di antara townhouse lain di sekitarnya.

Rumah ini memiliki karakter ganda. Salah satu bagian rumah menghadap jalanan yang bising dan berdebu. Sementara itu, sisi lainnya justru dekat dengan kanal dan Kebun Binatang Saigon yang penuh dengan pepohonan. Sama seperti arah hadap rumah ini, konsep rumah juga diharapkan mampu menampung dua gaya hidup yang jauh berbeda.

Bagaimana pun karakter penghuninya, rumah tersebut merupakan solusi atas masalah yang timbul akibat iklim tropis. Sama seperti iklim yang ada di Indonesia, rumah ini dapat mereduksi   sengatan sinar matahari di luar ruangan dan mengurangi penggunaan pendingin udara.

Para arsitek menggunakan teknologi "kulit ganda" untuk menghalau sekaligus memanfaatkan banyaknya sinar matahari sebagai sumber utama pencahayaan di siang hari. Sementara itu, ventilasi, air mengalir, dan tanaman hijau yang disediakan di sekitar rumah ini membawa kesejukan dalam rumah.

Kembali mengenai dua karakter penghuni rumah, rumah ini juga memiliki dua karakter. Karakter pertama yang lebih modern terdiri atas tiga volume mengapung. Ruang-ruang tersebut dibalut dengan blok beton seperti papan catur. Inilah "kulit kedua" rumah tersebut, tampak seperti tirai beton. Penggunaan "tirai beton" tersebut memungkinkannya terbuka tanpa mengorbankan privasi pemiliknya. Pemilik rumah dapat menikmati hembusan angin, paparan sinar matahari, pemandangan dari tanaman hijau tanpa merasa risih.

Di antara volume mengambang tersebut, terdapat kamar tidur dan ruang-ruang lain. Dengan lokasinya tersebut, pemilik rumah bisa merasa aman dan terjaga privasinya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X