Pengembang Filipina Incar 6.900 hektar Cadangan Lahan Baru

Kompas.com - 12/08/2013, 09:45 WIB
Ayala Land Incorporation mampu menjual Food Terminal Inc lebih banyak ketimbang tahun lalu. inquirer.netAyala Land Incorporation mampu menjual Food Terminal Inc lebih banyak ketimbang tahun lalu.
|
EditorHilda B Alexander
MANILA, KOMPAS.com - Pengembang terbesar Filipina, Ayala Land Inc (ALI), pada semester kedua 2013 telah menyiapkan berbagai strategi khusus terkait peningkatan kinerja dan perluasan segmentasi bisnis properti.

ALI akan memperkuat eksistensinya melalui penambahan persediaan lahan, menggenjot dan mengembangkan lebih banyak lagi proyek residensial serta memperluas pasar di sektor perkantoran.

Untuk prioritas pertama, ALI berencana menambah persediaan lahan karena terpicu oleh kinerja yang mereka bukukan pada semester pertama. Mereka berhasil mencatat pendapatan senilai 4,2 miliar peso (Rp 989 miliar) dari penjualan kavling komersial Food Terminal Inc (FTI) di Taguig City.

Menurut Chief Financial Officer ALI, Jaime Ysmael, pihaknya memiliki banyak kavling yang bisa mereka jual. ALI telah memesan lahan seluas 50 hektar dari total 74 hektar yang diperolehnya dari pemerintah tahun lalu.

Penjualan FTI berkontribusi terhadap total pendapatan ALI dari penjualan komersial dan kawasan industri yang melonjak sebesar 307 persen dari pencapaian periode yang sama tahun lalu menjadi 5,18 miliar peso (Rp 1,2 triliun). Pada kuartal I tahun ini, ALI berhasil menjual FTI senilai 3,5 miliar peso (Rp 824 miliar).

FTI merupakan tabungan lahan terbesar yang dimiliki ALI sejak mereka mengakuisisi proyek Kota Global Bonifacio pada 2003. Aksi korporasi ini menyumbang sebagian besar biaya landbanking perusahaan tahun lalu.

ALI, lanjut Ysmael, tertarik memperluas persediaan lahan, dan menargetkan dapat menguasai lahan seluas 6.900 hektar hingga akhir tahun ini. Naik dari 5.400 hektar pada akhir tahun 2012.

"Kami akan terus melakukan akuisisi lahan baru dan memperbanyak stok lahan siap bangun untuk dijual," katanya.

ALI sendiri mampu membukukan laba bersih selama enam bulan pertama 2013 senilai 5,62 miliar peso (Rp 1,3 triliun). Jumlah ini melonjak 30 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu. Laba tinggi ini diperoleh dari pengembangan properti, penyewaan komersial dan bisnis konstruksi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara untuk sektor residensial, ALI berencana mempercepat peluncuran produk baru pada paruh kedua tahun ini. Menyusul jejak empat perumahan yang masuk ke pasar pada semester I dengan total 10.130 unit senilai 30,64 miliar peso (Rp 7,2 triliun).

Sebagai indikator pertumbuhan laba masa depan dari bisnis residensial, penjualan meningkat menjadi 7,3 miliar peso (Rp 1,7 triliun). Ini merupakan rekor tertinggi, sehingga dalam satu semester, mereka bisa meraup penjualan sebanyak 43,79 miliar peso (Rp 10,3 triliun).

Tak sebatas itu, guna memperluas segmen properti perkantoran, ALI juga telah menyiapkan berbagai strategi khusus yang bertujuan melipatgandakan portofolio perkantoran selama lima tahun ke depan. Sepanjang tahun ini, ALI telah menyiapkan ruang kantor seluas 279.000 meter persegi untuk melayani Business Process Outsourcing (BPO).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X