Capaian Target Rumah Murah Baru 40 Persen

Kompas.com - 06/08/2013, 13:22 WIB
Ilustrasi: Rumah murah. www.shutterstock.comIlustrasi: Rumah murah.
Penulis Latief
|
EditorLatief
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perumahan Rakyat tetap optimistis target kredit pemilikan rumah (KPR) dari program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun ini akan tercapai. Tahun ini Kemenpera menargetkan KPR FLPP 2013 sebanyak 121.000 unit rumah.

Deputi Kemenpera Bidang Pembiayaan Perumahan Sri Hartoyo, dalam siaran pers Humas Kemenpera di Jakarta, Selasa (6/8/2013), mengatakan program FLPP yang menawarkan suku bunga tetap sebesar 7,25 persen dan angsuran rumah rendah selama masa tenor selama 20 tahun akan sangat meringankan beban masyarakat. Ia berharap masyarakat bisa memaksimalkan program ini.

"Pada semester pertama ini, jumlah capaian KPR FLPP memang baru mencapai 40 persen," kata Sri

Namun, lanjut dia, hal tersebut dinilai merupakan bagian dari siklus properti yang kerap terjadi dalam bisnis perumahan khususnya rumah bersubsidi. Ia memperkirakan bahwa jumlah peningkatan KPR FLPP akan terjadi pascalebaran serta pada masa akhir tahun 2013.

"Kebanyakan masyarakat berpenghasilan rendah pada pertengahan tahun yakni bulan Juni dan Juli memanfaatkan dana yang mereka miliki untuk kebutuhan biaya sekolah anak-anak mereka serta persiapan menjelang lebaran," katanya.

Ia juga mengatakan, kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu juga berpotensi membuat masyarakat menunda realisasi KPR sehingga para pengembang diharapkan agar tidak serta merta menaikkan harga jual rumah. Kemenpera berharap kalangan perbankan dan para pengembang agar tetap mendorong masyarakat memanfaatkan KPR FLPP yang memiliki suku bunga tetap dan angsuran rendah selama masa tenor 20 tahun.

Sebelumnya, Deputi Pengembangan Kawasan Kemenpera Agus Sumargianto mengatakan, fokus Kemenpera ke depannya tetap pada penyediaan pasokan rumah. Agus menjelaskan, fokus pada penyediaan rumah tersebut mengingat bahwa laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang cukup tinggi dinilai akan berpotensi memicu terjadinya peningkatan "backlog" (kekurangan persediaan rumah) bagi masyarakat.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X