KONSULTASI FENGSUILinda Kho
Linda Kho, belajar feng shui secara otodidak mulai tahun 2002. Lalu belajar feng shui dari Master Vincent Koh (Singapura).

Posisi Rumah Lebih Rendah dari Jalan? Awas, Energi Buruk!

Kompas.com - 06/08/2013, 13:00 WIB
Berdasarkan ilmu fengsui, bangunan yang berada lebih rendah dari jalan memiliki energi yang buruk. Derasnya angin dihasilkan dari kendaraan yang melintas di jalan tersebut membawa debu yang memang suka berkumpul di tempat lebih rendah.
www.coolthaihouse.comBerdasarkan ilmu fengsui, bangunan yang berada lebih rendah dari jalan memiliki energi yang buruk. Derasnya angin dihasilkan dari kendaraan yang melintas di jalan tersebut membawa debu yang memang suka berkumpul di tempat lebih rendah.
EditorLatief
KOMPAS.com — Di era modernisasi sekarang ini, rumah atau bangunan yang berada di bawah (lebih rendah dari) jalan merupakan pemandangan yang banyak dijumpai. Peninggian jalan dan jembatan, serta pembangunan jalan layang menyebabkan sebuah bangunan yang dulunya sejajar atau lebih tinggi dari jalan, berubah menjadi sebaliknya.

Berdasarkan ilmu fengsui, bangunan yang berada lebih rendah dari jalan memiliki energi yang buruk. Derasnya angin dari kendaraan yang melintas di jalan tersebut membawa debu yang memang suka berkumpul di tempat lebih rendah.

Debu merupakan energi buruk dan menjadi semakin buruk karena tingkat polusi udara yang tinggi di kota-kota besar. Ditambah lagi dengan risiko terkena banjir atau rob untuk daerah-daerah tertentu.

Energi yang buruk itu menyebabkan penghuni sebuah rumah sering sakit, tidak nyaman beristirahat, memicu pertengkaran atau cekcok, meningkatkan tingkat kecemasan, dan lain-lain sehingga akan ada banyak gangguan dalam bekerja dan berumah tangga. Maka dari itu, sangat sulit bagi seseorang meraih kesuksesan jika menempati rumah yang berenergi buruk tersebut.

Energi yang baik, yang dapat meningkatkan kualitas hidup penghuninya, adalah energi yang mengalir lembut dan bersih (tidak berbau dan berdebu). Keadaan ini akan memberikan pengaruh positif bagi penghuninya, seperti perasaan nyaman, dapat tidur nyenyak, menjauhkan dari pertengkaran, serta jarang sakit. Jika sebuah keluarga tidak betah tinggal di sebuah rumah (lebih senang pergi), bisa saja salah satunya disebabkan ada kesalahan pada fengsui rumahnya.

Oleh karena itu, terdapat kondisi kualitas bangunan yang kontras, antara kompleks perumahan yang lebih rendah dan yang sejajar/lebih tinggi dari jalan. Memang, kebanyakan (tidak semua) kompleks perumahan yang berada lebih rendah daripada jalan punya kondisi kumuh dan seolah tidak berkembang. Sementara itu, kompleks perumahan di perbukitan (lebih tinggi dari jalan) lebih terkelola dengan baik, terlihat lebih rapi dan bersih.

Solusi

Ada tiga solusi bagi sebuah bangunan yang berada lebih rendah dari jalan. Solusi pertama, pindah lokasi. Kedua, membangun rumahnya ke atas (di tingkat) dengan meletakkan dapur, ruang makan, dan kamar tidur di lantai atas sehingga ketiga ruangan tersebut berada lebih tinggi dari jalan. Ketiga, menata ruangan dengan memerhatikan kualitas bintang terbangnya.

Dibandingkan dengan solusi pertama dan kedua, solusi yang ketiga ini relatif lebih praktis. Meski demikian, solusi yang ketiga ini kiranya dijadikan pilihan terakhir dengan mempertimbangkan efektivitasnya.

Banyak orang beranggapan, tingkat kesuksesan seseorang dilihat dari menentukan rumah yang ditinggalinya, bukan rumah yang ditinggali menentukan tingkat kesuksesannya. Hal ini analog dengan lebih dulu mana, telur atau ayam.

Untuk menyikapi anggapan tersebut, Anda cukup mencari jawaban atas pertanyaan: mengapa orang mampu memilih tinggal di daerah perbukitan/lebih tinggi dari jalan, tidak di rumah yang berada di bawah jalan?

Kunci jawabannya adalah masalah kenyamanan. Tidak dapat dimungkiri bahwa kenyamanan (yang salah satunya diperoleh dengan penggunaan prinsip fengsui secara benar) merupakan pertimbangan utama seseorang dalam memilih dan menata tempat tinggal.

(Penulis adalah ahli fengsui/lindakusuma2000@yahoo.com)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Angka Pencari Rumah yang Menghindari Klaster Penularan Covid-19 Meningkat

Angka Pencari Rumah yang Menghindari Klaster Penularan Covid-19 Meningkat

Hunian
Tahun 2020, Anggaran Ditjen Cipta Karya Terserap Rp 14,96 Triliun

Tahun 2020, Anggaran Ditjen Cipta Karya Terserap Rp 14,96 Triliun

Berita
Rumah di CitraLand Lampung Roboh, Ciputra Siap Bertanggung Jawab

Rumah di CitraLand Lampung Roboh, Ciputra Siap Bertanggung Jawab

Berita
Usai Pandemi, 55,6 Persen Karyawan Pilih Kombinasi WFO dan WFH

Usai Pandemi, 55,6 Persen Karyawan Pilih Kombinasi WFO dan WFH

Perkantoran
Rincian Program Prioritas Cipta Karya dengan Anggaran Rp 26,56 Triliun

Rincian Program Prioritas Cipta Karya dengan Anggaran Rp 26,56 Triliun

Berita
Satu Buku untuk Satu Sertifikat Tanah Elektronik Cegah Penggandaan

Satu Buku untuk Satu Sertifikat Tanah Elektronik Cegah Penggandaan

Berita
Living World Kota Wisata, Mal Terbesar di Timur Jakarta Telan Investasi Rp 1,4 Triliun

Living World Kota Wisata, Mal Terbesar di Timur Jakarta Telan Investasi Rp 1,4 Triliun

Berita
Pasar PON Trenggalek dan Legi Ponorogo Siap Diserahkan ke Pemda

Pasar PON Trenggalek dan Legi Ponorogo Siap Diserahkan ke Pemda

Ritel
Kata Pengamat, Kekuatan Hukum Sertifikat Elektronik Sama dengan Konvensional

Kata Pengamat, Kekuatan Hukum Sertifikat Elektronik Sama dengan Konvensional

Berita
Jokowi: Tol Kayu Agung-Palembang Hemat Waktu Tempuh hingga 75 Persen

Jokowi: Tol Kayu Agung-Palembang Hemat Waktu Tempuh hingga 75 Persen

Berita
Resmi Beroperasi, Tol Kayu Agung-Kramasan Lintasi Salah Satu Jembatan Terpanjang di Indonesia

Resmi Beroperasi, Tol Kayu Agung-Kramasan Lintasi Salah Satu Jembatan Terpanjang di Indonesia

Berita
[POPULER PROPERTI] Sertifikat Tanah Elektronik Berlaku Tahun 2021

[POPULER PROPERTI] Sertifikat Tanah Elektronik Berlaku Tahun 2021

Berita
Mulai Selasa, Operasional Transjakarta Diperpanjang hingga Pukul 21.00 WIB

Mulai Selasa, Operasional Transjakarta Diperpanjang hingga Pukul 21.00 WIB

Berita
Digugat Tommy Soeharto, Kementerian ATR/BPN Siap Hadir di Pengadilan

Digugat Tommy Soeharto, Kementerian ATR/BPN Siap Hadir di Pengadilan

Berita
Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19, Anak Usaha Barito Pacific Salurkan Sembako

Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19, Anak Usaha Barito Pacific Salurkan Sembako

Kawasan Terpadu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X