Archipelago Kelola Empat Hotel Murah

Kompas.com - 02/08/2013, 11:56 WIB
Ekspansi favehotel melengkapi pertumbuhan hotel berbiaya murah di Indonesia. favehotelEkspansi favehotel melengkapi pertumbuhan hotel berbiaya murah di Indonesia.
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah Santika Indonesia Hotels and Resorts, Swiss-belhotel International, Accor Group, Tauzia Group, MGM Group, kini giliran Archipelago International yang melakukan ekspansi bisnis dengan membuka 4 properti baru.

Awal Agustus ini, Archipelago International secara resmi menandatangani kerjasama operasi 4 hotel budget baru yang tersebar di Jakarta, Denpasar, Bandung, dan Makassar. Keempat hotel tersebut mengusung bendera favehotel dengan nama resmi; favehotel Atang Sanjaya Jakarta, favehotel Legaligo Makassar, favehotel Lembang Bandung, dan favehotel Tohpati Bali.

Wakil Presiden Penjualan dan Pemasaran Archipelago International, Norbert Vas, mengatakan empat portofolio favehotel ini akan semakin meneguhkan jaringan hotel di segmen penginapan berbiaya murah.

"Selain keempat hotel baru tersebut, Archipelago International memiliki 18 favehotel yang sudah beroperasi dan 45 proyek lainnya dalam tahap konstruksi," ungkap Norbert dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Jumat (2/8/2013).

Ekspansi Archipelago International, lanjut Norbert, sebagai bentuk respon positif atas pertumbuhan hotel kelas bawah di Indonesia luar biasa pesat. Lebih dari tiga kali lipat yang pernah dicapai dalam kurun waktu sebelum krisis finansial global. Menurut Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sebanyak 15.000 kamar hotel bertambah dalam setahun, sehingga jumlah keseluruhan menjadi 500.000 kamar.

Geliat pasar akomodasi ini tak lain karena didorong oleh kuatnya permintaan domestik, terutama dari government spending, kegiatan meeting, incentives, convention, and exhibition (MICE) dan turis segmen menengah. Tren maskapai penerbangan murah pun ikut berkontribusi meningkatkan mobilitas kalangan ini.

Melancong ke tempat-tempat tujuan wisata merupakan aktivitas yang frekuensinya juga meningkat. Tentu saja, hal ini berimplikasi pada lonjakan kebutuhan akan fasilitas akomodasi. Jones Lang LaSalle mencatat, untuk pasar Jakarta saja, kinerja tingkat hunian hotel jenis ini lebih tinggi ketimbang hotel kelas atas, yakni sebesar 72 persen pada kuartal II 2013. Bertahan stabil sejak kuartal sebelumnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X