China Tunda Pembangunan Gedung Tertinggi di Dunia

Kompas.com - 01/08/2013, 10:33 WIB
China Board Group terpaksa menunda pembangunan Sky City karena derasnya sejumlah kritik terkait keamanan bangunan gedung dan perizinan. istimewaChina Board Group terpaksa menunda pembangunan Sky City karena derasnya sejumlah kritik terkait keamanan bangunan gedung dan perizinan.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com -
Sky City, gedung setinggi 838 meter yang akan dibangun beberapa hari mendatang di Changsha, China bagian tengah terpaksa ditunda. Penundaan tersebut terkait masalah keamanan dan perizinan bangunan.
 
Kantor berita Xinhua melaporkan, sama seperti bangunan-bangunan lain yang baru dibangun di China saat ini, Sky City juga rencananya akan dibangun dalam tenggat kerja singkat. Gedung yang didapuk sebagai gedung tertinggi di dunia tersebut ditunda pasca mengemukanya sejumlah kritikan terkait keamanan proses pengerjaan, serta ketiadaan izin pemerintah. 
 
Pelaku industri memiliki pandangan sendiri seputar penangguhan, atau penundaan pembangunan gedung tersebut. Kepala Tshinghua Urban Design Institute Beijing, Yin Zhi mengatakan, "Teknik yang digunakan Board Group tidak ada duanya di dunia, selain itu anggaran yang mereka janjikan juga sangat rendah. Mereka bisa memiliki teknologi yang sangat hebat, atau mereka berbohong. Mereka berjudi. Jika mereka menang, mereka akan mengubah sejarah arsitektur dunia, namun itu kesempatan satu berbanding sejuta."
 
Namun, kenyataan di lapangan menyebutkan, Sky City yang akan dibangun Board Group sudah melaksanakan pemancangan batu pertama. Teknologi konstruksi yang akan mereka gunaka memungkinkan terjadinya efisiensi energi dan hemat waktu.

Menanggapi hal ini, Yin berkomentar miring, "Mereka mengatakan bahwa mereka melindungi properti intelektual dalam teknik mereka, jadi mereka belum membagi proses bangunan dengan perusahaan lain di industri. Tapi mereka belum mendapat sertifikasi yang benar dari pemerintah."

 
Sementara itu, jika bangunan ini resmi berdiri, akan lebih tinggi dari Burj Khalifa di Dubai. Di dalamnya akan terdapat berbagai kebutuhan seperti sekolah, rumah sakit, ruang kantor, 17 helipad, dan apartemen yang berkapasitas 30.000 orang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X