The Two Magpies, "Harta Karun" yang Terselip di Ujung Jalan

Kompas.com - 30/07/2013, 21:40 WIB
Toko ini tidak kesulitan menggunakan roti tersebut lebih dari sekedar menjadi barang jualan. Ya, roti-roti tersebut sekaligus juga menjadi penghias toko. www.dezeen.comToko ini tidak kesulitan menggunakan roti tersebut lebih dari sekedar menjadi barang jualan. Ya, roti-roti tersebut sekaligus juga menjadi penghias toko.
Penulis Tabita Diela
|
EditorLatief
KOMPAS.com - Paul Crofts Studio, sebuah perusahaan desain asal London mendesain "harta karun" berupa toko roti The Two Magpies Bakery di Southwold, Suffolk, Inggris. Bak sebuah kawasan ideal, toko roti mungil ini menyediakan sarapan atau teman meminum teh sore hari bagi penduduk sekitar.

Paul Croft Studio seolah "mengambil" semangat sederhana tersebut dan memanfaatkannya pada desain toko roti di ujung jalan ini. Hasilnya pun berbuah manis. Contohnya, setiap hari toko roti tersebut menghasilkan roti-roti baru yang segar. Kemudian, Paul Croft secara sengaja mendesain agar tempat penyimpanan roti-roti itu dapat terekspos, baik oleh pengunjung toko roti maupun pejalan kaki.

www.dezeen.com Setiap hari toko roti tersebut menghasilkan roti-roti baru yang segar. Kemudian, Paul Croft secara sengaja mendesain agar tempat penyimpanan roti-roti itu dapat terekspos, baik oleh pengunjung toko roti maupun pejalan kaki.
Kini, karena selalu ada roti segar setiap hari, toko ini tidak kesulitan menggunakan roti tersebut lebih dari sekedar menjadi barang jualan. Ya, roti-roti tersebut sekaligus juga menjadi penghias toko.

Sekilas, toko ini tampak apik dengan kaca-kaca besar di etalase serta pintunya. Warna biru donker atau biru tua mendominasi eksterior dan pintu masuk hingga terkesan elegan.

Selain cat biru tua tersebut, ada pula aksen bata ekspos pada eksterior toko. Tidak jauh berbeda dengan fasad toko roti mungil tersebut, interiornya juga menarik, meski tampak sederhana.

Menurut sang desainer, toko ini memang sungguh istimewa. Dia bilang, ruang ini terdiri dari serangkaian elemen yang khusus dipesan lebih dahulu.

"Interiornya terbuat dari kayu cemara dengan finishing menggunakan alkali putih. (Finishing tersebut) menciptakan garis dengan nuansa kontemporer. Juga ada deretan kanvas untuk menampilkan produk yang dijual," demikian pernyataan Paul Crofts Studio kepada www.dezeen.com.

www.dezeen.com Selain cat biru tua tersebut, ada pula aksen bata ekspos pada eksterior toko. Tidak jauh berbeda dengan fasad toko roti mungil tersebut, interiornya juga menarik, meski tampak sederhana.
Sejarah unik

Motif sarang burung sebagai ragam interior toko ini secara khusus dibuat oleh ilustrator Katharine Gorham. Kayu hangat, warna putih bersih menjadi detilnya, serta pengerjaan kerajinan kayu istimewa dikombinasikan untuk menciptakan penataan yang intim dan santai untuk menikmati makanan yang ditawarkan.

Pujian pun berdatangan. Pengunjung situs www.tripadvisor.co.uk misalnya, memberikan nilai tinggi bagi toko roti ini. Makanan, pelayanan, serta lingkungannya dinilai berada di atas standar.

Namun, selain desain dan kualitas makanan yang ditawarkan, ada pula kelebihan lain dari toko roti ini. Selain desainnya, toko roti yang tampak sederhana, modern, dan "ringan" ini juga memiliki sejarah unik.

www.dezeen.com Selain desainnya, toko roti yang tampak sederhana, modern, dan
Pemilik toko roti "The Two Magpies Bakery" merupakan seorang mantan tentara bernama Jim Bishop (44) dan isterinya, Rebecca (46). Dikutip dari Demotix, Bishop mengungkapkan latar belakang pembuatan toko roti tersebut.

"Saya membaca sebuah artikel di Guardian mengenai Seni Membuat Roti (Artisan Bread making) dan lalu saya mendapatkan momen Eureka," kata Bishop.

"Saya menghabiskan satu tahun menjadi seorang seniman pemuat roti, yang berarti memperdayakan orang-orang, jadi mereka juga mengerti bahwa roti tidak hanya datang dari supermarket. Roti perlu dibuat dengan cinta dan perhatian. Dalam banyak hal, kita telah kehilangan pengetahuan membuat roti dengan tangan," tambahnya.

Jim bukan sembarang anggota tentara. Dia telah mengabdi selama 27 tahun pada angkatan bersenjata Inggris. Dia pernah menjabat sebagai insinyur kerajaan di Irlandia Utara, Jerman, Afrika Timur, Irak, dan Etiopia. Ia bertugas membersihkan ranjau dari negara-negara korban perang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X