Begini... Rumah Ramah Lingkungan Sebenarnya!

Kompas.com - 26/07/2013, 13:45 WIB
Karya arsitektur satu ini mencoba mengambil bagian dari sistem alam seperti  angin, hujan, dan matahari. www.dailymail.co.ukKarya arsitektur satu ini mencoba mengambil bagian dari sistem alam seperti angin, hujan, dan matahari.
Penulis Tabita Diela
|
EditorHilda B Alexander

www.dailymail.co.uk Secara gamblang, sang arsitek mengatakan, rumah ini mengilustrasikan betapa energi yang digunakan dengan menggunakan material lokal pada arsitektur kontemporer menjamin keberlangsungan (sustainability).

www.dailymail.co.uk Selain

www.dailymail.co.uk Biaya perawatan rumah ini juga ditekan dengan adanya lapisan ganda, isolasi termal, dan desain solar pasif.
KOMPAS.com - Karya arsitektur satu ini mencoba mengambil bagian dari sistem alam seperti  angin, hujan, dan matahari. Sang jenius di balik pembuatannya, arsitek James Stockwell, tampak ingin bekerja sama dengan elemen alam tersebut, bukan membentengi pemilik rumah dari iklim setempat.

Secara gamblang, sang arsitek mengatakan, rumah ini mengilustrasikan betapa energi yang digunakan dengan menggunakan material lokal pada arsitektur kontemporer menjamin keberlangsungan (sustainability). Rumah ini bercerita mengenai tempat dan vernakular dari pertukangan lokal dan material lokal.

Berada di belahan selatan bumi, tepatnya di pesisir selatan Victoria, dekat Iverloch, Australia, rumah yang diberi nama Crofthouse tersebut seolah menjadi jawaban dari pertanyaan, "Jika elemen hujan, matahari, dan angin dapat menghasilkan sebuah arsitektur, akan seperti apa bentuknya?"

Selain "bekerja sama" dengan alam sekitar, Crofthouse juga mengadopsi konteks rural dengan penggunaan baja bergelombang. Rumah ini mengilustrasikan penggunaan bahan-bahan lokal untuk menciptakan hunian ramah lingkungan yang turut memastikan keberkelanjutan alam.

Crofthouse dikonstruksikan dari barang alami dan material yang berasal dari lingkungan sekitar. Termasuk kayu ash Victoria dan bluestone lokal. Biaya perawatan rumah ini juga ditekan dengan adanya lapisan ganda, isolasi termal, dan desain solar pasif.

Dari luar, rumah ramah lingkungan yang ironisnya tampak seperti pesawat tempur tidak kasat mata, stealth bomber, ini banyak menggunakan warna abu-abu pucat. Warna tersebut berasal dari perpaduan serasi antara baja dan beton. Eksterior yang tampak mencengkeram bumi tersebut mampu melindungi penghuninya, sekaligus memberi kehangatan lewat bentuk rumah dan pemilihan material interior.

Uniknya, di satu sisi bentuk rumah ini kaku dan menyudut, sementara dari sudut pandang lain, bangunan ini tampak seperti kurva dan menyerupai bulan sabit. Jika dilihat dari angkasa, rumah ini berbentuk seperti bulan sabuit.

Selain terbukti ramah lingkungan, rumah ini juga "berbicara" di ajang kompetisi arsitektur internasional, mendapatkan penghargaan Alan and Beth Coldicutt for Sustainable Architecture dalam Victorian Architecture Award.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Dailymail
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X