Kompas.com - 23/07/2013, 12:48 WIB
Data penjualan existing-home atau rumah yang sebelumnya telah dimiliki atau rumah yang sudah dibangun sebelumnya selama satu bulan atau dikenal juga dengan home resales di AS pada Senin kemarin ternyata di bawah ekspektasi. www.shutterstock.comData penjualan existing-home atau rumah yang sebelumnya telah dimiliki atau rumah yang sudah dibangun sebelumnya selama satu bulan atau dikenal juga dengan home resales di AS pada Senin kemarin ternyata di bawah ekspektasi.
Penulis Latief
|
EditorLatief
NEW YORK, KOMPAS.com - Kurs dolar jatuh terhadap mata uang utama lainnya, Senin (Selasa/23/7/2013) pagi, setelah data perumahan AS yang mengecewakan menghidupkan kembali menjadi pembicaraan bahwa pengurangan program pembelian obligasi agresif Fed akan lebih lambat dari yang dijadwalkan. Pada Selasa (pukul 04.00 WIB), Euro menguat terhadap dolar, diperdagangkan pada 1,3186 dolar AS, Senin dibandingkan dengan 1,3139 dolar pada Jumat (19/7/2013).

Dolar jatuh menjadi 99,59 yen dari 100,35 yen. Euro juga jatuh terhadap yen, diperdagangkan pada 131,33 yen dari 131,90 yen. Adapun pound Inggris dan franc Swiss juga menguat terhadap dolar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dolar dalam beberapa pekan terakhir umumnya telah meningkat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya. Harapannya, Federal Reserve AS akan menarik kembali beberapa kebijakan ekspansif yang paling agresif lebih awal daripada ban-bank sentral terkemuka lainnya.

Tetapi, data penjualan existing-home atau rumah yang sebelumnya telah dimiliki atau rumah yang sudah dibangun sebelumnya selama satu bulan atau dikenal juga dengan home resales di AS pada Senin kemarin ternyata di bawah ekspektasi. Angka penjualannya jatuh 1,2 persen pada Juni menjadi 5,08 juta dari 5,15 juta pada Mei, menurut data dari Asosiasi Nasional Makelar Rumah (NAR).

Christopher Vecchio, analis mata uang di DailyFX, mengaitkan serentetan data perumahan AS tidak mengesankan baru-baru ini terhadap kenaikan suku bunga KPR AS. Hal itu menyusul pembicaraan tentang Fed akan segera mengurangi stimulusnya yang mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi.

"Trifecta dari lemahnya data perumahan AS, akan memaksa para pembuat kebijakan moneter AS untuk memikirkan kembali langkah penghapusan QE3," kata Vecchio, mengacu pada program pembelian obligasi yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif.

"Mengingat implikasi bahwa biaya pinjaman sedang meningkat, sebuah dukungan lebih lanjut kenaikan imbal hasil AS memiliki implikasi negatif bagi pasar perumahan AS, dan dengan demikian, untuk dolar AS dalam jangka menengah," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Sabtu (20/7/2013), bangkrutnya kota Detroit, di negara bagian Michigan, Amerika Serikat, akibat terpaan krisis ekonomi dan utang 18,5 miliar dollar AS juga memporak porandakan sektor propertinya. Baca: Akibat Krisis, Harga Rumah di Detroit Hanya 1 Dollar AS.

Memang, jika tahun lalu masih bisa ditemukan rumah yang dijual seharga belasan ribu dollar AS, kini tendensinya terus melorot hingga berita ini diturunkan. Bahkan, belasan rumah yang dibanderol seharga hanya 1 dollar AS (Rp 10.000) dengan ukuran 130 meter persegi.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber AFP/ANTARA
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.