INVESTASI

Dana Investor Jadi Sumber Pembiayaan Utama Properti

Kompas.com - 11/07/2013, 14:50 WIB
|
EditorHilda B Alexander

JAKARTA, KOMPAS.com- Seiring pesatnya pertumbuhan, sumber pembiayaan pembangunan sektor properti pun mengalami perubahan. Sumber pembiayaan tidak lagi semata mengandalkan dana internal perusahaan pengembang, perbankan atau konsumen, juga dana investor baik individu maupun yang terhimpun dalam lembaga pembiayaan (institutional fund).

Head of Research & Advirosy Cushman and Wakefield Arief Rahardjo mengatakan, sejatinya, fenomena tersebut sudah berlangsung lama. Namun, saat booming properti seperti ini, semakin menjadi.

"Tidak diketahui pasti dan belum ada data resmi, berapa banyak dana investor individu dan institutional fund  yang masuk ke sektor properti. Satu yang pasti, praktik pemanfaatan dana investasi tersebut kian menggejala. Biasanya dana tersebut digunakan untuk proyek-proyek skala besar," ujar Arief kepada Kompas.com, di Jakarta, Kamis (11/7/2013).

Kondisi aktual pasar properti Indonesia memang menarik minat para investor. Selain menawarkan keuntungan dan imbal hasil tinggi, juga potensi pertumbuhan harga yang terus melaju dengan pencapaian maksimal.

CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, mengatakan banyak investor baik asing maupun domestik yang ingin menjadi pengembang melalui penyediaan dana murah. Mereka menempuh mekanisme kerjasama dengan pemilik lahan (land lord) untuk membangun properti.

"Beberapa proyek prestisius eksisting maupun sedang dalam konstruksi di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, menggunakan dana yang disediakan investor dan institutional fund tersebut. Komposisinya bahkan ada yang mayoritas dibanding dana konsumen, atau pinjaman bank. Dana seperti ini relatif murah dan mudah diakses," ungkap Hendra.

Praktik pemanfaatan dana investasi tersebut seolah bertolak belakang dengan hasil survei Bank Indonesia (BI). BI mengungkapkan survei di 14 kota di Indonesia, sebanyak 53,56 persen pengembang menggunakan dana internal perusahaan sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan properti. Disusul dana perbankan 31,97 persen, konsumen 9,09 persen, dan lembaga keuangan non bank 3,17 persen dan lain-lain 2,21 persen.

Hendra menganggap penggunaan dana investasi tersebut, apalagi asing yang dibawa ke Indonesia, sangat positif. Hanya, perlu disadari bahwa berinvestasi di sektor properti bukan jangka pendek. Melainkan jangka menengah dan panjang.

"Investasi di properti tidak seperti investasi di pasar saham yang bisa menarik dana dengan cepat. Butuh waktu dan kreatifitas juga," imbuh Hendra.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Percepat Redistribusi Tanah, Kementerian ATR/BPN Serah Terima Proposal ke KLHK

Percepat Redistribusi Tanah, Kementerian ATR/BPN Serah Terima Proposal ke KLHK

Berita
One Global Residences and Resorts, Hunian Premium di Sydney dengan Fasilitas Mirip Hotel

One Global Residences and Resorts, Hunian Premium di Sydney dengan Fasilitas Mirip Hotel

Hunian
Rusun Pekerja KEK Tanjung Lesung Dilengkapi Kamar Mandi Dalam

Rusun Pekerja KEK Tanjung Lesung Dilengkapi Kamar Mandi Dalam

Hunian
Hingga Juni 2022, Waskita Beton Catatkan Nilai Ekuitas Positif Rp 2,5 Triliun

Hingga Juni 2022, Waskita Beton Catatkan Nilai Ekuitas Positif Rp 2,5 Triliun

Berita
KEK Tanjung Lesung Pernah Diterjang Tsunami, Pengelola Diminta Bikin Jalur Evakuasi

KEK Tanjung Lesung Pernah Diterjang Tsunami, Pengelola Diminta Bikin Jalur Evakuasi

Kawasan Terpadu
Sejarah Mar-a-Lago, Rumah Donald Trump yang Digerebek FBI

Sejarah Mar-a-Lago, Rumah Donald Trump yang Digerebek FBI

Hunian
Rusun Pekerja KEK Tanjung Lesung Dikelola Banten West Java dan Pemkab Pandeglang

Rusun Pekerja KEK Tanjung Lesung Dikelola Banten West Java dan Pemkab Pandeglang

Berita
Bila Jembatan Kaca Bromo-Tengger-Semeru Rampung, 3 Atraksi Siap Dinikmati

Bila Jembatan Kaca Bromo-Tengger-Semeru Rampung, 3 Atraksi Siap Dinikmati

Konstruksi
[POPULER PROPERTI] Ini Pilihan Rumah Murah di Tangerang

[POPULER PROPERTI] Ini Pilihan Rumah Murah di Tangerang

Berita
Pakai Dankel, Pembangunan Jalan dan Drainase di Gang Sempit Jadi Mulus

Pakai Dankel, Pembangunan Jalan dan Drainase di Gang Sempit Jadi Mulus

Konstruksi
93 Hari Ditahan, Akhirnya Kapal MV Mathu Bhum Kembali Berlayar

93 Hari Ditahan, Akhirnya Kapal MV Mathu Bhum Kembali Berlayar

Berita
Cleon Park Apartment Masuki Tahap 'Topping Off”, Serah Terima 2023

Cleon Park Apartment Masuki Tahap "Topping Off”, Serah Terima 2023

Apartemen
Berapa Tinggi Tempat Tidur Ideal? Simak Ulasannya

Berapa Tinggi Tempat Tidur Ideal? Simak Ulasannya

Tips
Tokyo Bakal Punya Gedung Pencakar Langit Baru, Fasadnya dari Keramik

Tokyo Bakal Punya Gedung Pencakar Langit Baru, Fasadnya dari Keramik

Konstruksi
Sinarmas Land Rilis Ruko Tiga Lantai di BSD City, Dibanderol Rp 2,7 Miliar

Sinarmas Land Rilis Ruko Tiga Lantai di BSD City, Dibanderol Rp 2,7 Miliar

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.