Kompas.com - 09/07/2013, 14:18 WIB
Jepang memperlihatkan pertumbuhan properti paling signifikan, sebesar 50 persen selama paruh pertama tahun 2013. worldpropertychannel.comJepang memperlihatkan pertumbuhan properti paling signifikan, sebesar 50 persen selama paruh pertama tahun 2013.
|
EditorHilda B Alexander

KOMPAS.com- Pasar properti global yang meliputi 130 kota di 60 negara, mulai pulih selama semester I 2013. Ditandai dengan meningkatnya volume transaksi sebesar 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2012.

Selain itu, volume investasi properti komersial juga menunjukkan perubahan positif sebesar 4 persen menjadi 114 miliar dollar AS (Rp 1.132 triliun) ketimbang semester I tahun lalu. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pertumbuhan yang kuat terjadi pada kuartal II tahun ini yang mencapai nilai 100 miliar dollar AS (Rp 993 triliun). Hal ini sekaligus membuktikan bahwa investor masih percaya kepada sektor properti komersial.

Riset Kapital Jones Lang LaSalle menyebutkan, pasar properti komersial yang mengalami pertumbuhan terbesar berada di Jepang dengan kenaikan mencapai 50 persen. Disusul kemudian oleh Jerman dengan 43 persen, Amerika Serikat (39 persen), Meksiko dan Kanada (19 persen), Timur Tengah (12 persen), Asia Pasifik (11 persen), Australia (10 persen), Perancis (6 persen) dan Inggris (4 persen). Sementara China, justru terpuruk dengan kondisi minus 20 persen.

Secara detil, volume transaksi properti di Amerika pada kuartal II 2013 mencapai 52 miliar dollar AS (Rp 516,3 triliun). Jumlah ini, secara year on year naik 11 persen. Sementara secara keseluruhan dalam satu semester pertama 2013 mencapai 90 miliar dollar AS (Rp 893,7 triliun).

Melihat percepatan pemulihan di seluruh dunia, Jones Lang LaSalle memproyeksi volume investasi dapat menembus angka 450 miliar dollar AS hingga 500 miliar dollar AS  atau sekitar Rp 4.468 triliun-Rp 4.965 triliun sampai paruh kedua 2013 berakhir.

Lead Director Capital Group Internasional di Jones Lang LaSalle Arthur de Haast, mengatakan selama dua sampai tiga tahun terakhir lebih banyak modal yang dialokasikan untuk investasi secara langsung di sektor properti. 

"Investasi tersebut ditanamkan dalam bentuk kelembagaan, ekuitas swasta dan investor individu. Investor juga mulai melakukan diversifikasi portofolio mereka, baik dari segi risiko dan geografi, serta mencari peluang lebih banyak dengan nilai tambah. Hal ini akan terus terjadi untuk jangka pendek dan menengah," ujar Arthur.

Meningkatnya aktifitas investasi sektor properti juga tak lepas dari volatilitas di pasar saham dan obligasi pada kuartal terakhir 2012. Hal ini semakin menambah daya tarik properti komersial untuk dijadikan sebagai aset.

"Sejauh ini, meningkatnya biaya utang properti global berdampak kecil terhadap volume transaksi yang didanai pinjaman.
Kecuali ada kenaikan substansial dalam biaya utang, itu pun hanya akan memiliki dampak marjinal pada volume transaksi untuk sisa tahun 2013," imbuh Arthur.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.